Dibiayai Pemprov Banten, Interchange Cikande Resmi Dibuka


http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/aep/2018/05/IMG-20180502-WA0291.jpg

http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/aep/2018/05/IMG-20180502-WA0291.jpgSERANG, bantenhariini.com – Interchange Cikande resmi dibuka sekaligus pengoperasian oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy diawali pengguntingan pita di gerbang pintu keluar Cikande Tol Tangerang-Merak, Rabu (2/5/2018).

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah yang hadir pada kesempatan itu mengaku berterima kasih kepada Pemprov Banten yang sudah membiayai setengahnya atau 50 persen dari keseluruhan biaya yang diperlukan dalam pembangunan ruas jalan tol tersebut.

“Secara khusus kami Pemkab Serang ingin berterimakasih kepada Pemprov Banten yang telah membantu setengah dari Rp195 miliar dana untuk pembangunan interchange ini,” kata Tatu saat sambutan di acara tersebut.

Kata Tatu, proyek Simpang susun Cikande sebelumnya telah dilakukan uji layak operasi oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan Kemeterian Perhubungan. Tatu juga mengimbau, kepada perusahaan di kawasan timur Kabupaten Serang yang belum memenuhi kewajibannya untuk membantu pembangunan ruas jalan tol tersebut segera memenuhi komitmennya.

Lanjut Tatu, kesepakatannya adalah sebesar  25 % kebutuhan dana untuk pembangunan ruas jalan tol tersebut menjadi tanggung jawab perusahaan-perusahaan di Serang Timur. Pemkab Serang sendiri bertanggung jawab sebesar 25 persen, dan sisanya sebesar 50 persen menjadi tanggung jawab Pemprov Banten.

“Sampai dengan sekarang ketika Interchange Cikande ini diresmikan hari ini, belum lebih dari 9 persen saja yang masuk dari perusahaan. Sisanya Pemkab Serang harus menalangi dulu,” kata Tatu.

Sementara itu, Andika Hazrumy dalam sambutannya mengatakan, keberadaan Interchange Cikande pada akhirnya bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Banten, khususnya warga Kabupaten Serang. “Lebih khusus lagi warga Kabupaten Serang di kawasan Serang Timur ini, dimana diharapkan perekonomian akan berkembang di sini,” ujarnya.

Andika mengatakan Pemerintah Provinsi Banten dengan dukungan dari pemerintah pusat dan kabupaten/kota, saat ini tengah memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Keberadaan Interchange Cikande, lanjutnya, adalah salah satu dari program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dalam rangka pembangunan infrastruktur tersebut.

“Simpang susun Cikande juga menjadi salah satu ice breakers bagi jenuhnya konektivitas di Wilayah Timur Serang, tentunya dengan penanganan yang lebih komprehensif di zona selatan, seperti pelebaran dan penataan Jalan Nasional Serang-Jakarta yang bertemu dengan Exit Tol Simpang Susun Cikande,” paparnya.

Untuk diketahui, Simpang Susun atau interchange Cikande ini  kini resmi sebagai bagian dari Jalan tol Tangerang-Merak, yang pengoperasian untuk umumnya akan dilakukan pada pukul 00.00 WIB atau tengah malam setelah acara seremonial peresmian.

Proyek interchange dimulai sejak 2014 dan diselesaikan pada April 2017. Exit tol tersebut dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektare di Desa Julang dan Desa Nambo Ilir, Kecamatan Cikande, sepanjang 1,3 kilometer. Proyek dilaksanakan dua tahap, tahap pertama oleh PT Pembangunan Perumahan pada 2015, dilanjutkan tahap kedua oleh PT Modern Widya Technical pada 2016. (Feb/Setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *