Desain Perbaikan Underpass Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta Diserahkan


http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180424-WA0203.jpg

http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/aep-a'ink/2018/04/IMG-20180424-WA0203.jpgTANGERANG, bantenhariini.com – Desain konstruksi untuk perbaikan Underpass Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), telah diserahkan. Namun proses pengerjaannya, masih menunggu restu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Staff Ahli Jembatan dan Bangunan PT Kereta Api Indonesia, Gunawan mengatakan akan ada perubahan desain underpass.

“Design sudah final, sedang dimintakan approval (persetujuan) dari kementerian PUPR. Jika disetujui, nanti dinding penahan tanahnya yang akan berubah,” kata Gunawan saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa, (24/4/2018).

Menurut Gunawan perubahan pada dinding penahan tanah dilakukan, karena bagian itulah yang longsor. “Yang longsor itu kan dinding penahan tanahnya, bukan underpassnya,” ucapnya.

Sementara Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) Muhammad Awaluddin menyampaikan, pihaknya turut memonitoring proses yang sedang berjalan. Dia menyatakan sampai saat ini, pihaknya bersama PT KAI belum bisa membuka akses Underpass Perimeter Selatan.

“Kita masih belum bisa buka, tapi rangkaian pembersihan darurat sudah dilakukan. Untuk alternatif akses publik kita buka M1,” jelasnya.

Diketahui M1 atau Transit Oriented Development (TOD), adalah fasilitas dari Bandara Soetta. TOD ini dapat menjadi tempat parkir inap untuk karyawan sekitar Bandara Soekarno-Hatta, atau bahkan masyarakat umum. Selain itu publik juga dapat menikmati fasilitas shuttle bus untuk menuju seluruh area Bandara Soetta.

Sebelumnya, akses pintu gerbang M1 sempat ditutup. Pasca longsor Underpass Perimeter Selatan Bandara Soetta, sejak Senin (5/2/2018 ), TOD mulai dibuka kembali pada sekitar akhir februari 2018.

Dalam longsor tersebut, juga mengakibatkan dua karyawan GMF AeroAsia menjadi korban. Diantaranya yakni Dianti Diah Ayu Cahyani yang wafat pada Selasa (6/2/2018), sementara rekannya Mukhmainnah sempat mendapat perawatan intensif di RS Siloam Lippo Village. Keduanya tertimbun longsor saat sedang melintas, menggunakan mobil yang dikendarai oleh Dianti. Proses evakuasi keduanya juga berjalan sangat lama, yakni hampir 13 jam. (Fani/Setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *