TANGERANG,bantenhariini.com-Demam lukisan mural melanda warga Kota Tangerang. Lukisan tersebut menghiasi sejumlah dinding jalan perkampungan hingga gang-gang sempit.
Banyaknya mural dan grafiti awalnya di sepanjang Jalan Meteorologi, Kelurahan Tanah Tinggi,Kecamatan Tangerang. Mural bertema Grafiti Artis Street tersebut menempel di dinding-dinding jalan serta tembok-tembok rumah warga. Ada 3 wilayah rukun warga (RW) yakni RW 08, 11, dan 13 yang jadi sasaran mural.”Di sini seniman grafiti dan warga kompak membuat lukisan,” kata Lurah Tanah Tinggi Hadi Ismanto, kepada bantenhariini.com, Senin (5/3/2018).
Akhirnya aksi serupa menyebar ke beberapa komunitas masyarakat. Seperti di Karawaci dan Batuceper. Puncaknya lokasi mural dan grafiti terbesar ada di RW 01, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang. Akhirnya kawasan yang dekat Sungai Cisadane itu menjadi destinasi wisata anyar di Kota Tangerang dengan nama Kampung Bekelir.
Belum lama ini juga muncul mural di dinding Jalan Simponi Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh. Lukisan mural di dinding tembok Jalan Simponi mengambil objek Situ Cipondoh. Memiliki tinggi 3 meter dan panjang 50 meter. Suasana Situ Cipondoh nampak terasa bagi yang melintas jalan tersebut. Seperti berasa di pinggir situnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Cipondoh M Marwan mengatakan, pembuatan mural bagian dari penataan lingkungan Kantor Kelurahan Cipondoh. Pihaknya melakukan penataan di dalam kantor dan luarnya. Seperti perapihan ruangan dan pembuatan taman di belakang kantor. “Kami ingin yang berkunjung ke sini merasa nyaman,” katanya.
Dalam melakukan penataan Sekretaris Camat Cipondoh ini mengapresiasi warganya. Itu karena kegiatan penataan atas dukungan warga. Mereka ada yang menyumbang pot tanaman, pavingblock, pasir, cat dan seniman mural.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Engkos Zarkasy mengatakan banyaknya masyarakat yang menata wilayahnya lewat seni mural dan grafiti ini untuk kenyamanan dan keindahan lingkungan. Gerakan ini muncul atas kesadaran dan juga didukung pemerintah setempat. “Kami sangat mengapresiasii. Apalagi kegiatannya dilakukan secara gotong-royong oleh warga,” katanya. (setia)

0 Comments