Cegah Peredaran Narkoba BNN Cilegon Libatkan Posyandu


CILEGON, bantenhariini.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon akan melibatkan semua Posyandu dalam mencegah Peredaran Narkoba di Kota Cilegon. Alasannya salah satu faktor terjadinya peredaran Narkoba di Kota Cilegon adalah berawal dari Rumah Tangga.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat pada BNN Kota Cilegon Candratika Ari Putranto mengatakan, kegiatan Pencegahan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kota Cilegon akan melibatkan Pihak Posyandu yang ada di Kota Cilegon.

“Untuk mencegah peredaran Narkoba di Kota Cilegon, BNN Kota Cilegon akan melibatkan Posyandu dalam kegiatan sosialisasinya,”kata Candra saat ditemui dikantornya, Rabu, (6/2/2019).

Selain itu, lanjut Candra, pihaknya juga akan melibatkan pihak Kantor Urusan Agama (KUA) hal tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang bahaya Narkoba di lingkungan Keluarga terhadap para Calon Pengantin yang akan menjalankan Proses Pernikahan.

“Kebijakan itu perlu dilakukan mengingat berdasarkan data yang ada di Kemenag Kota Cilegon, sebanyak 50 persen perceraian rumah tangga disebabkan oleh penyalahgunaan Narkoba,” ujarnya.

Candra menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih menerima aduan atau laporan dari masyarakat Kota Cilegon terkait penyalahgunaan Narkoba dikalangan Keluarga.  “Kedepan kami akan terus melibatkan pihak Posyandu dalam melakukan pencegahan dan sosialisasi tentang bahaya Narkoba di kalangan keluarga,” ucapnya.

Candra mengungkapkan, dalam satu minggu terahir BNN sudah melakukan pencegahan dengan cara melakukan kegiatan sosialisasi tentang bahaya Narkoba di dua tempat Posyandu di Kota Cilegon. “Satu minggu ini kami sudah melakukan kegiatan sosialisasi di dua Posyandu di Kota Cilegon. di Posyandu Lingkungan Serdang, Kelurahan Kota Bumi dan Posyandu di Lingkungan Luwung Sawo Kelurahan Kotabumi,” terangnya.

Dirinya menyampaiakan, semua para orang tua harus tau setiap perubahan yang terjadi kepada anaknya, terutama seorang ibu. Karena 70 persen anak-anak lebih banyak memiliki waktunya dengan sosok ibu. Karena sosok ayah cenderung bekerja dan mencari Nafkah. Adapun yang harus dikenali oleh para ibu adalah, mulai dari Psikologi anak, sifat anak dan kebiasaan anak pada saat di Rumah.

“Saya menghimbau kepada para orang tua siswa, dalam satu bulan agar para orang tua dapat memastikan keadaan anaknya dalam keadaan baik-baik saja, dengan cara mendatangi dan menanyakan perkembangan anaknya di Sekolah,” pungkasnya. (Rohman)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *