TANGERANG, bantenhariini.com – Capaian imunisasi Campak dan Rubela atau MR di Tangerang Raya dinilai masih rendah. Penyebabnya berita hoak tentang MR yang mengakibatkan masyarakat enggan mengimunisasikan anaknya.
Dari data Kementerian Kesehatan RI hampir seluruh provinsi imunisasinya di atas 95 persen. Sedangkan Jakarta, Jawa Barat dan Banten di bawah angka itu. “Karenanya kita perpanjang waktunya sampai tanggal 14 Oktober,” kata Sugiarto, dari Unicef saat menggelar imunisasi MR di Kantor Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Jumat (13/10/2017).
Ia menegaskan, perpanjangan imunisasi MR supaya target tercapai. Selain itu utamanya memberi pemahaman lagi bahwa imunisasi MR itu sangat bermanfaat.
Menurut Sugiarto, masih minimnya capaian imunisasi MR di Banten karena masih banyak yang belum paham. Kemudian berita-berita hoak tentang imunisasi ini. Seperti usai diimunisasi langsung sakit dan meninggal. Padahal itu tidak benar.
Sekertaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Heny Herlina mengatakan, belum tercapainya target imunisasi karena Kota Tangerang sasarannya banyak. Untuk sumber daya manusia juga masih minim. “Isu-isu yang tidak benar soal imunisasi ini juga menjadi penyebab,” katanya.
Tapi pihaknya yakin target imunisasi MR di Kota Tangerang bisa tercapai. Apalagi yang waktunya diperpanjang menjadi 2 hari. (Setia)
Editor: Wayang

0 Comments