BPBD Situbondo: Ada Beda Info Medsos dan Fakta di Lapangan


JAKARTA, bantenhariini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mendapati simpang siur informasi kerusakan dan korban pascagempa di JawaTimur dengan kekuatan 6,3 SR dini hari tadi.

Gatot mengatakan untuk mengatasi kesimpangsiuran informasi tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan petugas di masing-masing wilayah di kawasan Kabupaten Situbondo. “Ada informasi kerusakan melalui media sosial, namun setelah kami cek bukan di wilayah Situbondo. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah menyebar foto maupun video jika belum jelas lokasinya,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Situbondo Gatot Trikorawan sepeprti dikutip dari Antara, Kamis (11/10).

Sejauh ini, dari hasil survei dan koordinasi, petugas belum menemukan kerusakan rumah maupun korban jiwa akibat gempa bumi episenternya berada di laut, berjarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo pada kedalaman 12 km.

Warga Panik

Ahmad Dhafir, salah seorang warga Dusun Pesisir, Kecamatan Jangkar, mengatakan guncangan gempa dirasakan sangat besar hingga membuat warga pesisir timur Situbondo berhamburan keluar rumah dan menyelamatkan diri. “Kami bersama keluarga langsung beranjak keluar rumah dan kami sangat kaget, karena belum pernah merasakan guncangan gempa begitu besarnya. Alhamdulillah di kampung kami meskipun guncangan sangat kuat tidak sampai ada kerusakan akibat gempa,” katanya.

Guncangan gempa Jatim itu dirasakan cukup kuat oleh masyarakat Situbondo selama 2-5 detik, hingga masyarakat berhamburan keluar rumah.

Pendataan Dampak Gempa di Sumenep

Di Madura, pemerintah Kabupaten Sumenep menyatakan pihaknya masih mendata dampak gempa dini hari tadi. “Laporan sementara yang masuk kepada kami, wilayah kami, yakni Pulau Sapudi terdampak gempa tersebut. Saat ini, jajaran kami masih melakukan pendataan di lapangan,” ujar Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi di Sumenep.

Fauzi mengatakan sejauh ini di kerusakan terpantau di dua desa yakni Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi. “Sesuai laporan sementara yang masuk kepada kami, sejumlah bangunan dan rumah milik warga di dua desa di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, mengalami kerusakan,” kata Fauzi, menerangkan.

Gubernur Jatim Soekarwo berencana meninjau lokasi terdampak gempa, pulau Sapudi, dengan menggunakan helikopter didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman.

Soekarwo sendiri telah menggelar rapat terbatas pascabencana gempa Jatim dengan memanggil sejumlah pejabat terkait di provinsinya pada pagi tadi.

[Kid/Cnn]

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *