
BALIKPAPAN,bantenhariini- Balikpapan sering disebut sebagai kota minyak (Banua Patra). Perekonomian kota ini bertumpu pada sektor industri yang didominasi oleh industri minyak dan gas, perdagangan dan jasa. Kini walau belum secara signifikan namun mulai ada pergeseran paradigma, yaitu dari ekonomi berbasis sumber daya ke ekonomi berbasis pengetahuan atau kreativitas.
Pergeseran tersebut terjadi karena paradigma ekonomi berbasis sumber daya yang selama ini dipandang cukup efektif dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi dan pengembangan bisnis di anggap telah gagal mengadaptasi dan mengakomodasi berbagai perubahan lingkungan bisnis.
Hal itu terlihat dari antusiasme anak muda Balikpapan yang hadir di Bekraf Developer Day 2017 yang dihelat di Balikpapan. Sasaran dari BDD di Balikpapan tersebut adalah sebagai bentuk usaha merubah paradigma anak muda Indonesia agar tertarik dengan Industri kreatif digital. Ada sekitar 500 an anak muda Balikpapan hadir di Bekraf Developer Day tersebut dengan ide-ide kreatif dan siap dikembangkan.
Dari tahun ke tahun perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memang tidak ada habisnya dan terus menerus mengalami perkembangan yang mungkin tidak ada batasnya. Perkembangan dan kemajuan tersebut tentunya ditunjang oleh kebutuhan dan daya pikir manusia yang terus meningkat. Para programmer atau developer aplikasi dan game di seluruh dunia harus semakin berkembang baik secara kuantitas dan kualitas, sama hal nya dengan developer aplikasi dan game di Indonesia.
Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari optimis para developer aplikasi dan game terutama generasi muda di Balikpapan dan sekitarnya dapat memunculkan ide kreatif lainnya seperti Tukangpedia
“Dalam rangka merealisasikan potensi di subsektor aplikasi dan game, pemerintah berperan penting dalam mendukung para developer aplikasi dan game untuk dapat bersaing di tingkat nasional, regional, maupun global. Bekraf bertugas membangun ekosistem developer aplikasi dan game yang mendorong tumbuh dan berkembangnya industri aplikasi dan game Indonesia, salah satunya melalui kegiatan Bekraf Developer Day. ” Jelas Hari Santosa Sungkari
Lebih jauh Hari Santosa Sungkari menjelaskan bahwa di seluruh Indonesia, pasar aplikasi dan game itu berjumlah USD 800 juta, atau lebih dari Rp10 triliun. Dan di 2017 ini, hanya 3 persen dari itu yang mampu diserap. Nah, dengan kegiatan ini diharapkan akan muncul pemain-pemain atau developer baru bidang ini yang bisa ikut menguasai pasar sendiri.
Direktur Fasilitasi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi, Muhammad Neil El Himam, menjelaskan, Balikpapan menjadi kota ke-15 dalam penyelenggaraan Bekraf Developer Day 2017 sejak dua tahun berlangsung.
“Sejak dua tahun diselenggarakan BDD, ada 11 ribu developer baik yang sudah developer maupun mahir atau expert ikut menjadi peserta. Dan, ada 1.300 produk digital yang sudah publis, baik web maupun mobile dan game sebagiannya,” paparnya.
Bekraf Developer Day 2017 di Balikpapan ini merupakan kerjasama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Dicoding dengan dukungan Asosiasi Game Indonesia, Indosat Ooredoo, Dicoding Elite, LINE, IBM Indonesia, Komunitas ID-Android, Samsung Developer Warrior, Samsung Indonesia, dan perusahaan teknologi di Indonesia. pupu

0 Comments