Bea Cukai Banten Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp14, 47 Miliar


CILEGON, Bantenhariini – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Kejati Provinsi Banten memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) dan Barang Rampasan Negara yang berasal dari penindakan kepabeanan dan cukai.

Sebanyak 13 juta batang rokok, 1.932 botol minuman keras, 88 botol vape, dan 20 batang cerutu, dimusnahkan di Lapangan Pelabuhan Merak Mas, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

“Nilai barang tersebut kurang lebih sebesar Rp14,47 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp9,8 miliar,” ujar Kepala Kanwil Bea Cukai Banten, Rahmat Subagio, Selasa (7/12/2021).

Rahmat mengatakan, selain kerugian materil terdapat juga kerugian immaterial berupa dampak kerusakan kesehatan masyarakat, dampak gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat yang dapat diminimalis, serta dapat mengganggu stabilitas perekonomian dan industri barang sejenis di dalam negeri.

Selain pemusnahan terhadap BMN, juga dimusnahkan barang rampasan negara yang berasal dari tindak pidanakepabeanan dan cukai yang telah mendapat keputusan yang berkekuatan hukum tetap (Inracht) untuk dimusnahkan yang dikelola Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang berupa 294.940 batang rokok ilegal, 2 unit smartphone, 1 buah laptop, dan 1 buah buku rekening serta 2 buah buku catatan dengan total nilai barang mencapai Rp30,3 juta dan kerugian negara lebih dari Rp73,9 juta.

“Hal ini merupakan bukti komitmen Bea dan Cukai dalam mengawasi dan menekan peredaran MMEA dan rokok ilegal, mengamankan hak yang menjadi potensi penerimaan keuangan negara, sekaligus upaya menjaga iklim usaha dan industri di dalam negeri agar tetap kondusif. Ini merupakan bentuk aksi nyata dukungan terhadap Program Pemullihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Program Gempur Rokok Illegal yang terus digaungkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Selain itu pemusnahan bersama ini menjadi bukti sinergilas,” ucapnya. (red)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *