Arief dan Hudaya ‘Mesra’ di Penjaringan Bakal Calon Walikota Tangerang Partai Hanura


TANGERANG, bantenhariini.com – Arief R Wismansyah dan Hudaya Latuconsina memaparkan visi dan misi bakal calon WalikotaTangerang di hadapan kader Partai Hanura di Days Hotel And Suites Jakarta Airport, Neglasari, Kota Tangerang, Sabtu (12/8). Sampai batas akhir pendaftaran hanya keduanya yang resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Walikota.

Arief dengan lancar dan lugas memaparkan program  Tangerang Liveable, Investable,Visitable dan E-City (Live) yang sudah berjalan saat ini. Sementara Hudaya memaparkan fokus program pendidikan dan penanganan pengangguran melalui ekonomi kreatif. “Saya bersyukur jika Hanura mengusung saya menjadi calon walikota, dan pak Arief sebagai wakilnya. Atau pak Arief yang menjadi calon walikota dan saya menjadi wakilnya,” ungkap Hudaya. Keduanya juga terlihat ‘mesra’ dengan saling melemparkan gurauan dan isyarat komunikasi politik di hadapan kader Partai Hanura.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Tangerang Arif Fadillah mengatakan kegiatan merupakan langkah lanjutan dari pendaftaran bakal calon Walikota yang dibuka partainya. “Ada dua calon yang keduanya adalah orang terbaik,Pak Arief dan Pak Hudaya,” katanya.

Arif memastikan pihaknya akan mempercepat rekomendasi dari DPP Partai Hanura agar dapat keluar dalam waktu dekat. “Kami targetkan akhir Agustus akan keluar siapa yang akan kami usung,” ujarnya.

Pengurus DPD Partai Hanura Banten Rano Alfath menjelaskan, terdapat beberapa poin penting dalam penjaringan bakal calon Walikota di partainya. Pertama calon yang diusung harus memiliki kesamaan visi dan misi dengan Hanura, lalu terkait elektabilitas dan popularitas turut menjadi perhitungan partainya. “Siapapun dia harus memiliki elektabilitas dan popularitas yang bagus,” ungkapnya.

Rano yang menjabat sebagai Ketua KNPI Banten tersebut menjelaskan, pemaparan visi misi tersebut mengetahui kesiapan para calon yang akan diusung. “Calon yang kami usung juga harus didukung partai lain, jangan sampai kami dukung tetapi tidak mendapatkan dukungan partai lain,” ujar Rano.

Ditambahkan Rano, poin lainnya adalah terkait kesiapan anggaran dari calon. Kemudian yang terakhir adalah calon yang diusung harus dapat memberikan manfaat bagi Hanura. “Kami tidak ingin calon hanya butuh partai saat lima tahun sekali. Sebaliknya Hanura bisa memastikan totalitas dalam mendukung calon yang diusungnya. Kader yang tidak patuh akan kami pecat,dan dipersilahkan keluar,” kata Rano. (Anda)

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *