SERANG, Bantenhariini.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendapatkan pujian atas penurunan angka stunting di daerah tersebut.
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan apresiasi khusus untuk upaya Pemprov Banten dalam menurunkan prevalensi stunting.
Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN, Rizal M Damanik, menyampaikan pujian tersebut pada peringatan Hari Anak Nasional ke-39 dan Hari Keluarga Nasional ke-30 di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (2/8).
“Pada kesempatan ini, kami memberikan apresiasi pada Pemprov Banten yang sudah bekerja keras menurunkan secara bersama angka prevalensi stunting,” katanya.
Pemprov Banten berhasil mencatatkan penurunan angka stunting sebesar 4,5 persen, berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021.
- Tebar Manfaat, Klinik FaFasa23 Gelar Bakti Sosial Untuk Masyarakat Cilegon
- Perayaan HUT ke-2 , Bapeksi Luncurkan Satgas Bencana Nasional dan Tegaskan Komitmen Bersama Rakyat
- Dorong Ekonomi Pesisir, PPK Ormawa HIMADIKRI UPI Resmikan Rumah Gracilaria Unggul Berbasis IoT di Desa Tengkurak
- Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026
- Polda Banten Telusuri Ledakan Diduga Bom Ikan, Dua Nelayan di Pandeglang Tewas
Angka stunting yang semula mencapai 24,5 persen berhasil ditekan menjadi 20 persen pada tahun 2022. Keberhasilan ini diakui lebih rendah dari rata-rata nasional pada tahun tersebut, yaitu 21,6 persen.
“Turun besar 4,5 persen dari kondisi tahun 2021, yaitu sebanyak 24,5 persen dan 2022 menjadi 20 persen. Angka ini di bawah rata-rata nasional pada tahun 2022 yaitu sebesar 21,6 persen,” katanya.
Meskipun prestasi ini patut diapresiasi Provinsi Banten masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat. Sebab amanat Presiden mengharuskan stunting menurun pada angka 14 persen.
Ia juga mengatakan penanganan stunting perlu melibatkan beberapa pihak terkait. Hal itu dilakukan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya stunting yang mengancam untuk generasi mendatang.
“Sehingga kita perlu terus mengkampanyekan informasi tentang stunting kepada keluarga Indonesia. Agar tumbuh kesadaran pentingnya mencegah stunting sejak dini dan mempersiapkan anak tumbuh optimal menjadi generasi maju berkualitas,” tandasnya. []
- Tebar Manfaat, Klinik FaFasa23 Gelar Bakti Sosial Untuk Masyarakat Cilegon
- Perayaan HUT ke-2 , Bapeksi Luncurkan Satgas Bencana Nasional dan Tegaskan Komitmen Bersama Rakyat
- Dorong Ekonomi Pesisir, PPK Ormawa HIMADIKRI UPI Resmikan Rumah Gracilaria Unggul Berbasis IoT di Desa Tengkurak
- Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026
- Polda Banten Telusuri Ledakan Diduga Bom Ikan, Dua Nelayan di Pandeglang Tewas

0 Comments