SERANG, bantenhariini.com – Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT) Kota Serang mencurigai anggaran Rp. 3 Miliyar yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk melakukan pengadaan komputer dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP.
Demikian disampaikan oleh, Sekretaris Jendral (Sekjen) SWOT Kota Serang, Jejen, saat melakukan orasi, dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di depan Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kamis (2/5/2019).
Menurutnya, anggaran Rp3 Miliyar menjadi hal yang aneh, apabila hanya mampu menghasilkan 440 unit komputer.
“Seharusnya bisa lebih dari itu, dengan anggaran yang sangat fantastis tersebut,” ujarnya.
Jejen juga mengatakan, jika memang benar anggaran tersebut hanya mampu menghasilkan 440 unit, maka secara kasarnya, satu unit komputer dibeli dengan harga Rp6.8 juta.
“Itu harga komputer macam apa? Padahal standarnya kalau kita coba cari, komputer untuk UNBK itu paling mahal seharga Rp2 juta rupiah,” kata Jejen.
Oleh sebab itu, Jejen menduga, ada pihak yang bermain dalam proses pengadaan komputer untuk UNBK tersebut. Karena harga tersebut sangatlah tidak wajar.
“Kalaulah kita pangkas sebesar Rp 1 Miliyar untuk biaya pengiriman dan operasional, maka harga komputer tersebut tetap berada di kisaran Rp4 Juta. Maka patut diduga ada permainan dibalik pengadaan komputer tersebut,” tegasnya.
Sebelumnnya, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP yang dilaksanakan pada hari Senin 22 April, hingga Kamis 25 April 2019, Walikota Serang, Syafrudin menyatakan, dalam pelaksaan UNBK tingkat SMP, Pemerintah Kota Serang sudah menfasilitasi dan memberikan anggaran sebesar 3 Miliar.
“Itu semua untuk memenuhi kebutuhan UNBK, untuk ketersediaan Komputer,” jelasnnya.
Sementar itu, Kadindinbud Kota Serang, Ahmad Zubaedillah pernah berkata, bahwa dari anggaran sebesar 3 Miliyar, telah melakukan pengadaan barang sebanyak 440 unit komputer.
“Ini semua bentuk peningkatan dari Pemkot Serang untuk fasilitas pendidikan,” tandasnya. (FEB)

0 Comments