Andika Hazrumy Pantau UNBK ke SMAN 1 Baros


Serang, Bantenhariini.com – Guna memastikan keberlangsung hari terakhir Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, mendatangi SMAN 1 Baros, Kabupaten Serang, Kamis (4/4).

Pada kesempatan itu, Andika mengaku bangga dengan kondisi pendidikan di Banten saat ini. Menurutnya, dari tahun ke tahun pendidikan di Banten mengalami peningkatan.

“Saya bangga melihat kondisi ini, kita 3 tahun terakhir ini ada peningkatan yang luar biasa,” kata Andika seusai mengunjungi SMAN 1 Baros.

Andika menjelaskan, saat melakukan peninjauan, dirinya melihat situasi dan kondisi SMAN I Baros dalam menghadapi UNBK dinyatakan bagus.

“Kita lihat bahwa dalam teknis ujian ini kita lihat fasilitasnya sangat bagus, kesiapan panitianya termasuk mengecek dari tekhnis internetnya. Alhamdulillah dari hari pertama hingga hari terakhir tidak ada kendala dan tak ada masalah,” jelasnya.

Andika menuturkan, biasanya dalam pelaksanaan UNBK, terdapat beberapa kendala teknis, baik dari ketersediaan sarana dan prasarana ataupun ketersediaan akses internet.

“Biasanya ujian komputer seperti ini salah satu persoalannya adalah komputer dan internet, kalau ada gangguan listrik dan wifi ini menjadi masalah bagi siswa, tapi Alhamdulillah selama ini saya tidak dapat laporan dari Kadis Pendidikan. Semuannya terbilang lancar,” tuturnya.

Andika berharap, ke depan pelaksanaan UNBK dan pelayanan pendidikan di Provinsi Banten terus mengalami peningkatan secara menyeluruh.

“Harapannya ke depan kualitas pendidikan terus meningkat lebih baik lagi, ada peningkatan dalam kapasitas peningkatan pendidikan di Banten, gedung sudah baik, bangku sekolah sudah baik, kesejahteraan guru sudah baik, baik yang sudah jadi PNS atau honorer mereka sudah cukup Alhamdulillah, ini sentuhan dari Pemrpov Banten untuk dunia pendidikan di Banten,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMAN I Baros, Rohadi mengaku, dari 279 siswa dan siswi yang melaksanakan UNBK hari ini seluruhnya hadir.

“Alhamdulillah hadir semua, dari 279 peserta dibagi tiga sesi mereka setengah tujuh udah di sekolah, karena mulai setengah delapan dan pengawasan pun disilang, dari Pabuaran, Padrincang sampai Gunung Sari, ini sesuai kesepakatan, Insya Allah semuanaya tidak ada curang karena yang ngawas juga dari luar,” pungkasnya. (FEB).

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *