SERANG, Bantenhariini.id – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar angkat bicara terkait adanya tawuran adu bacok antar pelajar di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang pada Rabu (7/6) malam. Tawuran dengan sajam tersebut mengakibatkan empat orang menderita luka bacok.

“Itu sangat tidak baik dan malam juga saya mengecheck apa yang terjadi itu malam saya mengkomunikasikan dengan pihak keamanan khususnya saya menghimbau kepada orang tua untuk benar-benar karena basis awal kan rumah tangga,” katanya kepada wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Kamis (8/6).
Kata dia orang tua harus mengingatkan para pelajar yang melakukan tawuran. Ia sangat menyayangkan terjadinya tawuran antar pelajar tersebut.
Menurutnya kejadian tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Kata dia, para pelajar seharusnya belajar. Oleh karena itu perlunya saling mengingatkan.
“Untuk kita bisa mengingatkan anak muda generasi-generasi muda apalagi ada beberapa diantara siswa pelajar dan mestinya belajar,” katanya.
“Mudah-mudahan dengan kita saling mengingatkan itu tidak terjadi kita menyayangkan terjadi itu tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan pihaknya sedang mengidentifikasi status sekolah para pelajar tersebut. Kata dia, ia juga akan melakukan komunikasi dengan pihak keamanan agar efek tawuran tersebut tidak meluas.
“Makannya kita sedang identifikasi status sekolahnya apalah sma SMP apa mungkin pelajar atau putus sekolah kita belum tahu nanti kita minta komunikasi dengan pihak keamanan minimal tidak luas lagi efeknya tidak bertambah,” ujarnya.
Ia juga mengatakan akan mendalami substansinya. Ia mengharapkan pihak sekolah berperan aktif dalam hal itu dan para orang tua juga diminta untuk mengarahkan anak-anaknya dalam kegiatan sehari-hari.
“Makanya kita dalami dulu substansinya tentu nanti kita juga basis SMA SMK, kita mengharapkan sekolah berperan aktif dalam itu dan juga mendasar ortu memandu betul putra-putrinya dalam kegiatan keseharian di rumah tangga,” katanya.
Ia juga mengatakan akan melihat apakah jam malam perlu diberlakukan. Kata dia, pihaknya akan melakukan tahapan preventif dengan mengingatkan orang tua dan menguraikannya ke tingkat sekolah dalam hal ini peran guru Bimbingan Konseling (BK).
“Nanti kita lihat kebutuhannya apakah sudah harus sampai ke tingkat jam malam atau nanti formula-formula tahapan preventif mengingatkan ortu rumah tangga nanti kita urai di tingkat sekolah SMP SMA SMK skh karena pendekatan menyeluruh,” ujarnya.
“Tidak bisa sepihak saja tadi kita lihat pelantikan guru bk itu arahnya kesana bimbingan konseling kalo sudah detail kearah mana sekolah mana kita mintakan guru BK untuk mengambil peran,” Pungkasnya. []

0 Comments