SERANG, bantenhariini.com –Ade (36), adalah satu dari lima puluhan pedagang berbagai jenis bendera Merah-Putih musiman asal Garut, Jawa Barat. Sejak seminggu lalu Ade mulai menjajakan berbagai jenis bendera Merah-Putih tersebut di pinggir Jalan Ahmad Yani, Cipare, Kota Serang, Banten. Kegiatan ini hanya dilakukan menjelang peringatan HUT RI. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ade menempati lokasi tersebut sejak lima tahun lalu, sementara teman lainnya menyebar di beberapa titik Kota Serang.
Dari hasil penjualannya selama tiga minggu, Ade mengaku bisa membawa pulang uang hasil keuntungan cukup lumayan untuk keperluan keluarga sambil mengisi waktu luang menunggu panen di kampungnya.
“Lumayan, sambil nunggu panen padi di kampung halaman, kami berjualan bendera seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Ade saat ditemui di lapaknya, kemarin.
Bukan hanya Ade dan kawan-kawan yang menyebar di Kota Serang, kelompok lain dari Garut juga turut berkompetisi menjajakan bendera serupa. Harga yang mereka tawarkan bervariasi mulai dari harga lima belas ribu hingga dua ratus lima puluh ribu rupiah. Misalnya, bendera ukuran 40×60 cm dijual lima belas ribu rupiah, sedangkan umbul-umbul dan bendera hias panjang dibandrol dua ratus lima puluhan ribu rupiah.
“Kami jual bendera dari harga lima belas ribu hingga dua ratus lima puluh ribu,” kata Ade. Ia juga menambahkan, jika nasib baik menghampirinya dirinya kadang mendapatkan borongan bendera panjang sesuai dengan permintaan si pembeli. “Kalau dapat itu, harganya lumayan,” katanya.
Berbeda dengan Ade dan kawan-kawannya yang lain, ada pula ratusan pedagang bendera asal Garut yang menyebar dibanyak kota dan provinsi lain untuk menjual bendera. Bahkan beberapa rombongan menjual hingga Aceh dan Papua.
“Teman-teman ada yang menjual sampai Aceh, bahkan ke Papua,” cerita Ade.
Untuk proses pengiriman bendera dari Garut, Ade mengaku biasanya barang dikirim lewat paket. Selanjutnya, menunggu paket tiba di kota tujuan sebelum menjualnya hingga satu hari sebelum perayaan HUT RI. Sisa bendera yang tak habis terjual masih dikatakan Ade, biasanya mereka simpan untuk dinual kembali tahun berikutnya.
“Barang kirim paket dari luar Jawa kita jualan hingga satu hari sebelum Agustusan. Kalau tak laku, sisanya untuk dijual tahun depan,” sambung Ade. (Mang Ripin)
Editor: Wayang

0 Comments