TANGSEL, bantenhariini.com – Tangerang Selatan merupakan salah satu Kota yang memiliki latar belakang seni dan budaya yang mengakar dan berkembang dalam keseharian masyarakatnya. Kota Tangsel konsisten dalam mengembangkan dan melestarikan warisan budaya dan tradisi yang telah tumbuh khususnya Budaya Betawi. Lingkar Masyarakat Berbudaya Betawi (LIMA BETA) mengajak masyarakat khususnya yang berada di wilayah Tangsel untuk berdecak kagum terhadap budaya betawi melalui Lebaran Betawi 2017.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan, Tangerang Selatan tidak memiliki banyak wisata alam melainkan Tangsel lebih mengandalkan wisata buatan, wisata belanja, wisata atraksi & budaya dan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) sehingga kreatifitas dalam mengemas sebuah kegiatan atraksi wisata budaya seperti Lebaran Betawi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakatnya sekaligus wisatwan yang datang. “Potensi Pariwisata Banten memiliki ribuan destinasi wisata, terdiri dari wisata alam, wisata sejarah, budaya dan wisata buatan. Potensi ini menjadi peluang untuk dapat dikembangkan,” ujarnya saat membuka acara Lebaran Betawi 2017 di Jurang Mangu Barat, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (29/7).
Andika menjelaskan, pariwisata Banten secara keseluruhan perlu ditata dengan baik pada aspek produk-produk wisata, target wisatawan, manajemen event termasuk perencanaan, peningkatan kualitas SDM dan kemitraan, pengemasan event dan strategi promosi sehingga Lebaran Betawi bukan saja menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Banten namun juga sebagai kebanggaan Nasional maupun Internasional. “Harapannya melalui Lebaran Betawi wisata tradisi, seni dan budaya dapat terus dikembangkan,” kata Andika.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, Banten merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan seni budaya peninggalan leluhur dan memiliki peninggalan historis berharga yang membuatnya menjadi sesuatu yang menarik dan patut untuk dibanggakan.
“Peluang yang cukup besar untuk mengembangkan produk pariwisata berbasis budaya yang menjadi daya tarik unggulan dan berdaya saing. Seni dan Budaya merupakan dua hal yang berkaitan, seiring berkembangnya informasi dan teknologi sehingga kita perlu untuk melestarikan budaya yang sudah tumbuh di tengah-tengah masyarakat seperti Lebaran Betawi,” jelasnya.
Eneng menambahkan, wisata atraksi dan seni budaya yang sudah sangat terkenal di Banten diantaranya Seba Baduy, Seren Taun, Panjang Mulud, Terbang Gede, Debus dan Pencak Silat, Khaul Gurah bending pamarayan, Rampak Bedug, Ubrug dan Festival Cisadane yang sangat kaya dengan akulturasi ragam seni budaya dari berbagai etnis. “Mari kita bersama menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban dan kenyamanan yang merupakan sebagian dari “Sapta Pesona” yang wajib diterapkan di setiap destinasi wisata ditambah dengan layanan terbaik bagi wisatwan yang berkunjung,” kata Eneng.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Tangsel Chaerudin mengatakan, Lebaran Betawi bukan hanya sekedar perayaan namun juga mengangkat kebudyaan betawi karena pada dasarnya kebudayaan saat ini sudah mulai terkikis dan hampir tidak diketahui oleh anak muda atapun kaum remaja sehingga untuk mempertahankan hal ini ia ingin mengangkat Jurangmangu sebagai Kampung Betawi dan menjadikan Lebaran Betawi sebagai destinasi wisata. “Ini menjadi daya tarik tersendiri dari Tangsel selain dari mempertahankan kebudayaan juga menjadi destinasi wisata apalagi kita kental dengan budaya Betawinya sehingga ini menjadi hal yang sangat bermanfaat,” tegasnya.
Lebaran Betawi Kota Tangerang Selatan Tahun 2017 tersebut mengangkat tema “Mari Jaga dan Lestarikan Budaya Betawi Sebagai Aset Bangsa” yang diharapkan bisa memperkenalkan berbagai macam seni dan budaya Betawi seperti Gambang Kromong, Tari Topeng, Palang Pintu (pencak silat), Ondel ondel beserta sajian kulinernya seperti nasi uduk, soto betawi, pecak gurame, gabus pucung, kerak telor, wajik, dodol, tape uli, geplak, dan masih banyak lagi. (Uchi/Anda)

0 Comments