Kembali Dievaluasi, Simparda Banten Tentukan Kebijakan Pariwisata ke Depan


Kembali-Dievaluasi-Simparda-Banten-Tentukan-Kebijakan-Pariwisata-ke-Depan_Foto-Bantenhariini_Aep.BHI_.jpg

Kembali-Dievaluasi-Simparda-Banten-Tentukan-Kebijakan-Pariwisata-ke-Depan_Foto-Bantenhariini_Aep.BHI_.jpgSERANG, bantenhariini.com – Data yang terdapat dalam Sistem Informasi Manajemen Pariwisata Daerah (Simparda) Provinsi Banten, merupakan salah satu landasan dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan kepariwisatan selanjutnya. Oleh karenanya, dibutuhkan data yang akurat terkait kunjungan wisatawan ke Banten melalui pengusaha atau pelaku yang bergerak di kepariwisatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati saat menghadiri kegiatan Rapat Evaluasi Simparda, di gedung Pusat Pemerinatahan Kota Tangerang Selatan, Jumat (13/7/2018).

Menurut Eneng, dengan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Banten, khususnya Kota Tangerang Selatan, pemerintah dan pengusaha keparwisatawan harus terus menjalin sinergitas yang kuat, salah satunya melalui pendataan yang dilakukan oleh jasa perhotelan, restoran, agen travel maupun pegiat pariwisata lainnya.

“Kota Tangerang Selatan, peta pariwisata lengkap dengan zonasinya yang tertata dengan baik, wisata alam, kuliner, budaya dan lainnya sudah terploting dengan baik, tinggal sinergi kitanya yang dikuatkan,” ungkapnya, di hadapan para pelaku usaha kepariwisataan Kota Tangerang Selatan yang hadir.

Eneng menghimbau kepada para pengusaha kepariwisataan untuk koperatif dalam memberikan data yang valid sesuai kondisi di lapangan, serta terus kontribusi positif terhadap pemerintah.

“Datanya juga perlu diperhatikan, administrasi fisik juga harus bisa dipertanggungjawabkan tidak hanya data online yang dimasukan ke dalam sistem,” tuturnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Judianto menyampaikan, rapat evaluasi penting dilakukan agar data kunjungan wisatawan terus terpantau dengan baik. Melalui data yang tersaji, lanjut Judianto, pemerintah mampu melakukan terobosan baru untuk menarik wisatawan dengan cara tepat dan efisien.

“Melalui data, kita akan mengetahui harus lebih kencengnya di sektor yang mana, masalahnya dimana kita identifikasi, sehingga pemerintah kota bisa merumuskan masalah yang mampu meningkatkan tren kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Judianto menambahkan, aksesibilitas dan kemudahan bagi para pelaku usaha kepariwisatan dalam memberikan data juga penting. Menurutnya, target bisa bisa dicapai kuncinya adlah sinergitas antara pemerintah dan pelaku usaha kepariwisatan, salah satunya melalui kemudahaan perizinan. “Penyampaian data yang diterima cukup baik, terutama dari sektor perhotelan, tapi masih harus lebih diniatkan lagi dalam pendataan agar lebi tepat waktu,” tuturnya.

Judianto berharap, melalui rapat evaluasi tersebut, pemerintah juga mendapatkan saran atau kritik untuk melengkapi sistem yang lebih baik dan memdahkan para pengusaha. Salah satunya Dinas Pariwisata Kota Tangerang selatan akan segera membuat system aplikasi berbasis smartphone atau gadget.

“Aplikasi atau system tersebut tentu akan terintegrasi dengan Simparda Provinsi Banten,” tutupnya.[Dekur]

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *