SERANG, bantenhariini.com – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Serang melakukan aksi solidaritas terkait terjadinya bentrokan mahasiswa dan aparat di Jakarta saat aksi refleksi 20 tahun Reformasi. Dalam aksi tersebut sebanyak tujuh mahasiswa jadi korban kekerasan aparat.
Aksi yang dilakukan HMI MPO Cabang Serang itu dengan teaterikal dan pembacaan puisi oleh para peserta aksi.Pembentangan spanduk besar yang bertuliskan ‘Polisi Bukan Musuh Mahasiswa‘ serta tulisan agar dilakukan pengusutan oknum pelaku tindakan represif tersebut.
“Kami melihat, tindakan aparat yang represif telah melanggar aturan yang ditetapkan,” terang salah satu peserta aksi, Muflikah saat ditemui di lokasi, Selasa (22/5/2018)
Menurutnya, Perkapolri Nomor 9 Tahun 2008 tidak dilakukan pada saat melakukan pengamanan aksi yang dilakukan tersebut. “Aksi kami dengan teaterikal ini adalah untuk solidaritas, dan juga menuntut agar aparat kepolisian agar dapat melakukan tata cara pengamanan sesuai dengan peraturan tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Formatur HMI MPO Cabang Serang, Ubaidilah menyatakan, dalam kepemimpinan Jokowi saat ini, aksi demonstrasi selaku ditanggapi dengan tindakan represif oleh aparat.
“Hal ini menjadi momok yang menakutkan dan bentuk pengkhianatan terhadap reformasi, rakyat sudah muak dengan rezim tiran yang mengedepankan sikap represif terhadap rakyat,” jelas Ubaidillah.
Sebab itu, ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas dugaan tindakan kekerasan yang menimpa kader HMI MPO Cabang Jakarta. “Kami juga meminta kepada para pimpinan kepolisian untuk meningkatkan sikap profesionalitas anggotanya demi mencegah terulang kembali kejadian tersebut,” tandasnya. (Feb/Setia)

0 Comments