TANGERANG, bantenhariini.com – Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) berdiri di trotoar Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.Tidak ada celah untuk pejalan kaki di jalanan padat kendaraan itu.
Kondisi itu dikeluhkan warga setempat. Karena membuat semrawut dan lokasi kumuh. “Hak pejalan kaki disini dirampas,” kata Ketua RW 12, Karang Tengah, Togav Rabaradely, Kamis (19/4/2018).
Togav pernah meminta kelurahan agar lapak PKL ditertibkan.Namun kelurahan meminta agar warga setempat membuat surat pengajuan dahulu. Karena warga tidak mau ada konflik dengan para PKL maka surat pun urung dibuat.
Togav mengatakan, lapak PKL kadang-kadang ditertibkan. Di antaranya kalau mau ada penilaian adipura atau pejabat walikota lewat. “Kami minta penertiban jangan kalau ada kepentingan,” ujarnya.
Kasi Trantib Kecamatan Karang Tengah Dony Dermawan mengatakan, pihaknya kerap melakukan penertiban sepekan sekali. Namun lapak PKL itu muncul kembali. “Kami bongkar lapaknya tapi tak sampai seminggu muncul lagi,” katanya.
Ia mengungkapkan, agar lapak PKL tidak muncul lagi lokasi trotoar harus dipagar.Pihaknya sudah mengusulkan ke dinas terkait supaya ada pemagaran. Namun sampai saat ini belum terealisasi.
Camat Karang Tengah Matrobin menambahkan, kecamatan tidak pernah melegalkan lapak PKL berdiri di tempat umum seperti di trotoar Jalan HOS Cokroaminoto. Pihaknya bakal kembali menertibkan lokasi itu. “Namun bagaimana menyelesaikan masalahnya supaya tak timbul masalah,” katanya.
Ia juga membenarkan, bahwa usulan pemagaran sudah lama dilakukan. Nanti yang melaksanakan itu bisa dari Dinas Lingkungan Hidup atau Dinas PUPR.
Pantauan bantenhariini.com, Kamis (19/4/2018) sore, kendaraan di ruas Jalan HOS Cokroaminoto, Karang Tengah, padat merayap.Pejalan kaki dan kendaraan berebut celah jalan di ruas jalan tersebut.(setia)

0 Comments