
bantenhariini, Tangerang – Saat tiba di rumahnya, Antasari disambut suka cita oleh para sahabat terdekat. Teriakan hore dan tepuk tangan pun bergemuruh ketika Antasari turun dari minibus bernomor polisi B 7057 VAA, yang mengantarnya dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Tangerang menuju rumah di Less Belles, Kelurahan Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
Istri Antasari Azhar Ida Laksmiwati, mengatakan kalau dirinya menyediakan makanan kesukaan Antasari saat pulang. “Bapak mau potong tumpeng dan menggelar syukuran bersama keluarga besar. Kami menyiapkan makanan rujak cingur, gado – gado hingga rawon,” tuturnya.
Ida Laksmiwati mengatakan jika keluarga telah sepakat untuk berkumpul bersama Antasari dan membahas mengenai pekerjaan di lain waktu. “Fokus pada keluarga dahulu. Pak Antasari kan lama meninggalkan keluarga. Jadi, belum ada rencana kerja dahulu,” ujar Ida.
Teman Antasari, Laksamana Pertama (Purn) Bambang Wahyudin, tak kuasa menepis kegembiraan pada hari itu. Bahkan, Wahyudin dan teman Antasari lainnya, mengaku sangat bangga atas kebebasan Antasari yang sempat menjalani masa hukuman dua per tiga dari vonis pengadilan selama 18 tahun. “Ini momentum paling bagus. Kami ingin menerima secara utuh sahabat kami Antasari, sebagai manusia bebas,” katanya. Bambang mengaku terkesan pada sosok rekannya yang pernah sebangku di kelas III SMA tersebut. Antasari dikenal sebagai pribadi yang cerdas, berintegritas, tegas dan disiplin.
Semua rekan-rekannya sangat respek terhadap pribadi Antasari. Buktinya, selama Antasari mendekam di “hotel prodeo”, Bambang dan teman-temannya rutin membesuk ke Lapas Klas 1 A Tangerang. Mereka selalu membawakan aneka menu hidangan favorit pria yang dituduh telah membunuh Direktur PT Rajawali Putera Banjaran, almarhum Nasrudin Zulkarnaen itu. Dan, sampai sekarang teman-temannya masih tetap menghargai Antasari.(Ukon)

0 Comments