Sehari, Rumah Mewah di Tangerang Ini Produksi 7 Ribu Pil Ekstasi


TANGERANG, Bantenhariini.com – Sebuah rumah mewah di perumahan Alam Raya Blok B no. 67 Kecamatan Benda digrebek oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) karena dijadikan pabrik pembuatan pil ekstasi. Belasan ribu pil ekstasi siap edar berhasil diamankan, Rabu (17/1).

Irjen Arman Depari Deputi Bidang Pemberantasan Narkotika BNN yang memimpin langsung penggrebekan itu mengatakan bahwa pabrik yang dioperasikan oleh dua orang tersangka yaitu Lauw Hanto yang berperan sebagai pengendali pabrik dan produksi dan Anyiu alias Johan sebagai operator mesin cetak tersebut sudah berproduksi sejak beberapa bulan silam,

“Sehari pabrik itu bisa memproduksi 7 ribu pil lebih,“ jelasnya.

Dari keterangan tersangka, bahwa seluruh kegiatan pabrik itu dikendalikan Niko, narapidana yang kini mendekam di salah satu Lapas di Jakarta,

Dari penggeledahan yang dilakukan, BNN juga menemukan sebuah ruangan kedap suara di dalam rumah tersebut. Ruangan itulah yang dijadikan tempat kedua tersangka melakukan produksinya. “Karena berada didalam ruangan kedap suara itu maka selama ini kegiatan keduanya tidak menimbulkan kecurigaan tetangga.” Katanya.

Hal itu dibenarkan Dita Dewi ketua Rt setempat. Dia mengatakan bahwa selama ini memang tidak pernah terdengar suara mesin atau alat-alat lainnya dari dalam rumah tersebut. Hanya saja rumah tersebut selalu tertutup dan penghuninya tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar

“ Selama ini tidak pernah denger suara apa-apa dari dalam rumah itu sehingga tetangga tidak curiga kalau di rumah ada kegiatan,” ujarnya.

Dari penggerebekan saat itu, selain mengamankan kedua tersangka beserta barang bukti belasan ribu butir pil ekstasi siap edar, BNN juga mengamankan bubuk bahan baku ekstasi, kartu ATM, mesin pencetak, alat timbangan dan telepon genggam.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, saat ini kedua tersangka dan bukti lainnya dibawa ke kantor BNN.. (AND)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *