CILEGON, bantenhariini- Pelaksana tugas Wali Kota Cilegon Edi Ariadi saat apel siaga tingkat menengah Kota Cilegon mengatakan wilayah Cilegon berada dalam posisi geodinamika yang cukup rentan terhadap tsunami.
“Kota Cilegon berada di posisi geodinamika yang cukup rentan terhadap tsunami, tidak bisa kita selamat gempa di kota Cilegon, bukan hanya ketinggian, kecepatan dan debit air yang darurat Kota Cilegon, namun bahan bahan kimia dari industri yang berada di sepanjang garis pantai yang tercampur di dalamnya jauh lebih bahaya, hal ini pasti bencana kerusakan lingkungan dan korban jiwa yang lebih banyak, “ujarnya, Kamis (7/11/2017).
Dihadapan peserta apel siaga bencana yang berasal dari unsur TNI/Polri, tenaga medis, Dishub, Pol PP, Damkar, Basarnas, unsur perusahaan Edi mengingatkan bahwa Kota Cilegon merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang cukup pesat memerlukan BPBD sebagai koordinator penanggulangan bencana di daerah. “Mengingat Kota Cilegon merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang cukup pesat, sehingga diperlukan BPBD sebagai koordinator dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana di daerah, yang ditopang oleh TNI/Polri, instansi terkait, dunia ssaha dan pelaku industri, serta peran serta masyarakat itu sendiri,” katanya.
Lebih lanjut, Edi juga meminta kepada seluruh peserta apel agar senantiasa memiliki kesadaran dan kepekaan yang tinggi terhadap kondisi lingkungan di mana kita tinggal. “Pada tahun 2016 yang lalu terjadi 35 kejadian bencana, tentunya kita semua tidak menginginkan bencana besar itu terjadi di Kota Cilegon, maka dari itu saya minta kepada seluruh peserta apel agar senantiasa memiliki kesadaran dan kepekaan yang tinggi terhadap kondisi lingkungan di mana kita tinggal, dengan menyiapkan langkah-langkah antisipatif yang terbaik,” ungkapnya.
Edi berpesan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cilegon untuk melakukan langkah antisipatif dalam penanggulangan bencana. “Khusus untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, langkah antisipatif yang saya maksudkan difokuskan ke arah setiap titik-titik rawan banjir dan longsor yang ada di Kota Cilegon, yang tidak boleh dilupakan adalah kondisi keseluruhan sarana penanggulangan bencana, mulai dari kendaraan operasional, perahu karet, bahan makanan dan minuman, saya minta semua di cek kembali dan harus dalam kondisi siap untuk digunakan, “tuturnya. pupu

0 Comments