Banten Belum Miliki RS Jiwa


SERANG, bantenhariini.com – Saat ditemui di Klinik Amal Sehat, Ciracas, Kota Serang, dr Stella mengungkapkan kesehatan jiwa itu adalah sehat jiwa, lahir, dan batinnya, yang merupakan keseluruhan struktural dari fungsi psikologis maupun kognitifnya. Itu semua bisa dilihat dan teratur sesuai dengan norma-norma kehidupan yang ada.

Kesehatan jiwa, masih dikatakan dr Stella bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor pencetus, faktor sosial-ekonomi, bisa faktor keluarga, faktor keuangan, faktor pekerjaan bahkan bisa dari diri sendiri. “Cara mengatasinya bisa dengan sharing bersama, tenangkan pikiran, dan jalan keduanya dengan pengobatan dengan obat-obatan, kalau memang pendekatan secara emosional dan pendekatan agama tidak berhasil,” kata dr Stella kepada bantenhariini.com, Selasa (10/10/2017).

dr Stella yang juga merupakan dokter umum yang pernah praktek di salah satu rumah sakit jiwa di Jakarta memaparkan, di Banten masih kurang pembangunan rumah sakit jiwa dan masih banyak orang-orang yang mengalami gangguan jiwa, tapi tidak menyadari kalau mereka terkena gangguan jiwa. Sehingga banyak dari mereka yang tidak berobat karena bingung tidak ada rumah sakit jiwa di Banten. “Di Banten belum punya rumah sakit jiwa. Pembangunan rumah sakit jiwa dan baru akan direncanakan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, sebenarnya banyak yayasan-yayasan untuk mengobati penyakit gangguan jiwa tersebut, hanya saja di Kota Serang hanya ada satu rumah sakit umum daerah (RSUD) Serang. “Tapi itu juga hanya ada Poli Jiwa saja dan sayangnya tidak ada tempat untuk rawat inapnya. Padahal mereka butuh rawat inap agar pengobatannya berjalan dengan kondusif dan nyaman,” terang dr. Stella.

Karena masih menurut dr Stella, pasien-pasien seperti ini mereka butuh tempat yang nyaman. Selain itu tenaga kerja Poli Jiwa di RSUD yang masih sangat kurang. dr Stella berharap pada hari kesehatan jiwa sedunia ini pemerintah membuat rumah sakit jiwa di Banten.

Ditemui di tempat terpisah, Nenden Hasanah mahasiswi UIN SMH Banten jurusan Bimbingan Konseling Islam semeter VII bearharap di hari kesehatan jiwa ini, masyarakat bisa sadar bahwa kesehatan jiwa lebih penting daripada kesehatan raga. “Karena sakitnya raga kita disebabkan oleh jiwa atau mental yang sakit,” pungkasnya. (mg-Ayu)

Editor: Wayang

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *