SERANG, bantenhariini.id — Kegiatan launching Gebyar Ekspor 2026 bakal segera diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkoumperindag) Kabupaten Serang.
Acara tersebut direncanakan digelar pada 3 November 2026 di hotel Swiss Belinn, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Kepala Bidang Perdagangan dan Industri Dinkoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari, menyampaikan dalam kesempatan ini dua produk unggulan emping dan talas bening akan diekspor ke luar negeri, yakni Arab Saudi.
Kegiatan tersebut masih serangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 atau 5 abad Kabupaten Serang.
“Di kegiatan ini kami mengusung beberapa produk yang mungkin familiar secara nasional tapi pabriknya tuh ada di Kabupaten Serang, yaitu emping dari Kecamatan Mancak dan talas bening dari Kecamatan Ciomas,” ujar Titi ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (20/10/2026).
Ia mengatakan emping dan talas bening akan diekspor ke Aras Saudi melalui PT Novan. Jumlah produk yang akan diekspor mencapai 15 ton emping, sedangkan nilai omsetnya diperkirakan hampir sekitar 7.000 USD.
Bahkan, produk ini diketahui bukan kali pertama dikirim ke luar negeri, tetapi sudah berjalan sejak lama.
“Ini inisiasinya adalah memperkenalkan bahwa ada produk UMKM pertanian dan perkebunan yang sudah terekspor di Kabupaten Serang. Jadi harus memboomingkan bahwa emping dan talas bening Kabupaten Serang itu ada, kita siap ekspor” jelasnya.
Titi menilai, acara launching adalah momen untuk memperkenalkan lebih luas kepada dunia bahwa Kabupaten Serang punya produk berkualitas dan siap bersaing di tingkat internasional.
Di acara yang sama, Dinkoumperindag juga akan mempromosikan 12 motif batik khas Kabupaten Serang dan 3 varian kopi unggulan. Ketiga varian kopi ini asli dari Kecamatan Cinangka, Ciomas, dan Mancak.
Sedangkan 12 motif batik khas Kabupaten Serang di antaranya Bendungan Pamarayan, Mercusuar, Pulau Sangiang, Buah Jamblang, Pencak Silat, dan motif ikonik lainnya.
Pemerintah Kabupaten Serang bahkan telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) agar seluruh instansi dan pegawai di lingkungan Pemkab Serang menggunakan batik lokal ini pada momen-momen tertentu, termasuk peringatan Hari Batik Nasional.
Langkah ini diharapkan semakin memperkuat pasar bagi pengrajin batik, terutama di wilayah Kabupaten Serang.
“Nanti diketemukan juga dengan bisnis match-nya. Kami undangkan beberapa industri nanti ke Swiss Bell untuk membeli batik supaya lebih ngetrend dan global,” kata Titi.
Selain produk pertanian dan makanan, Titi menyebut ada pula produksi kreatif dari warga Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan, seperti topi dan tas rajutan berbahan limbah kertas yang akan meramaikan acara launching tersebut.
Ia berharap melalui agenda ini, semakin banyak produk unggulan Kabupaten Serang yang dikenal dan diterima pasar internasional.
“Harapannya untuk ke depan melalui agenda kegiatan ini, semakin banyak produk kita yang bisa tembus pasar ekspor. Tidak hanya emping dan talas bening, tapi juga kopi, batik, kerajinan, dan produk kreatif lainnya,” tutup Titi. (Red/ Roy)

0 Comments