SERANG, bantenhariini.id — Perayaan HUT ke-500 Kabupaten Serang sempat diwarnai aksi demonstrasi dari kalangan mahasiswa di depan gerbang Pendopo Bupati Serang, Kamis, (8/10/2026).
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, beserta Ketua DPRD Serang Bahrul Ulum sempat memenuhi para mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya secara langsung.
Meski belum sempat makan dan minum, Najib menyambut antusias setiap masukan yang disampaikan mahasiswa dan menegaskan bahwa partisipasi masyarakat adalah bahan bakar utama kemajuan daerah.
Dalam pertemuan tersebut, ia mengatakan mahasiswa menyampaikan empat masalah mendesak yang menjadi keluhan warga.
Mulai dari persoalan kemacetan lalu lintas di jalur Bojonegara–Pulo Ampel yang belum tuntas, penurunan kualitas air Sungai Ciujung yang mengkhawatirkan, Penerangan Jalan Umum (PJU) yang gelap di sejumlah titik, dan infrastruktur sekolah yang butuh revitalisasi segera.
“Kita sudah sampaikan bahwa poin-poin ini sudah menjadi bagian prioritas kita selama ini, dan secara bertahap terus kita kerjakan sesuai dengan anggaran yang tersedia,” ungkap Najib kepada wartawan.
Politik PKS ini mengakui, capaian pemerintah daerah dalam satu tahun belum memuaskan semua pihak. Kebutuhan masyarakat memang banyak, namun anggaran harus disesuaikan dengan skala prioritas.
“Terima kasih kepada mahasiswa dan seluruh masyarakat yang terus berkomunikasi demi Kabupaten Serang yang lebih baik, maju, adil, dan sejahtera,” ucapnya.
Mengenai rencana pengembangan Sungai Ciujung, Najib menyampaikan langkah berurutan yang sedang disusun Pemda.
Langkah konkret yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada perusahaan agar tidak membuang limbah langsung ke sungai, tetapi wajib melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Namun lantaran faktor alam, debit air di sungai Ciujung menurun drastis saat musim kemarau, hal ini juga berdampak pada kualitas air Ciujung.
“Kita ingin membangun air mancur di Ciujung agar orang berkunjung ke sana. Tapi syarat utamanya kualitas air harus bagus dulu,” katanya.
Menurut Najib, kolaborasi dengan pihak Provinsi Banten juga diperlukan guna membantu edukasi masyarakat di daerah hulu untuk menanam kembali pohon guna menjaga sumber air.
Terkait informasi yang menyebut belum ada kantor Disdukcapil di Kecamatan Gunungsari, Najib menegaskan bahwa hal ini bukan hanya dialami Kecamatan Gunungsari.
Untuk warga Gunungsari yang belum memiliki KTP atau dokumen kependudukan, pelayanan diurus oleh UPT Kecamatan Mancak. Jumlah warga yang belum terlayani pun relatif sedikit sehingga efisien dikelola dari Mancak.
“Bukan hanya Gunungsari, tidak semua kecamatan punya kantor Disdukcapil. Yang ada adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT). Bisa gabung di kantor kecamatan, bisa juga terpisah,” katanya.
Ia juga menyikapi beberapa kepala desa yang berhalangan hadir pada saat rapat Paripurna Istimewa HUT ke-500 Kabupaten Serang.
“Pertama, dia ada yang hajatan. Kedua, anaknya wisuda. Ketiga, itu mau mantu anaknya di Sukabumi. Jadi ada sekitar beberapa desa melakukan konfirmasi itu,” jelas Najib.
Najib menegaskan, kehadiran mahasiswa menyampaikan aspirasi di tengah perayaan besar justru menunjukkan kepedulian yang tinggi.
“Prinsipnya kita harus semangat dalam segala cuaca. Apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman mahasiswa yang peduli. Semua masukan menjadi catatan penting untuk kita perbaiki secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red/ Roy)

0 Comments