TANGERANG, bantenhariini.com – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Dedi Mahfudin menyambut positif maraknya pemutaran film G30S/PKI di setiap kelurahan. Menurutnya, fenomena itu bukan karena ikut-ikutan, namun masyarakat ingin mengetahui sejarah.
Setelah pemerintah membolehkan kembali pemutaran film G30S/PKI, memunculkan beragam penapsiran di masyarakat. Terutama dari kalangan pengamat dan para keluarga korban. Ada juga yang meminta film tersebut dibuat versi baru.
Kepala Kemenag Kota Tangerang Dedi Mahfudin mengatakan, bahwa generasi muda harus mengetahui sejarah. Sejarah yang sudah lewat maupun yang sedang terjadi di negara ini. Ini demi rasa cinta terhadap para pahlawan, Pancasila, dan UUD 1945. “Rasa cinta kepada negara dan bangsa ini harus tertanam di setiap hati warga negara Indonesia,” katanya, Minggu (24/9/2017).
Kata dia, maraknya penyelenggaraan pemutaran film G30S/PKI di setiap pelosok wilayah bisa memotivasi generasi muda mencintai bangsanya. Lewat film tersebut diceritakan para pahlawan sampai berkorban nyawa dalam menjaga keutuhan negara. Bila hal itu tidak dikenalkan lewat film, maka generasi muda tidak akan peduli sejarah bangsanya.
Ia juga tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan bakal muncul kebencian dari kelompok tertentu lantaran pemutaran film tersebut kembali dilakukan. Justru para generasi muda akan mengetahui mana prilaku yang benar dan tidak dari pesan film tersebut. Menurutnya, lewat kembalinya pemutaran film G30S/PKI bisa menjadi pijakan masyarakat untuk sadar dan memahami kehidupan berbangsa dan bernegara. (Setia)
Editor: Wayang

0 Comments