CILEGON, Bantenhariini.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus mendorong dua tokoh Peristiwa Geger Cilegon pada tahun 1888 mendapatkan gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah. Keduanya yaitu KH. Wasyid dan KH. Arsyad Thawil.
Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, pihaknya telah berupaya mengajukan KH. Wasyid dan KH. Arsyad Thawil menjadi Pahlawan Nasional. Salah satu langkah yang dilakukannya yakni lebih mengenalkan sosok keduanya kepada masyarakat Cilegon.
“Kita akan mengedukasi masyarakat Kota Cilegon dalam bentuk buku, terutama kepada guru-guru SD dan SMP,” ujar Helldy pada Peringatan Peristiwa Geger Cilegon 1888 di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Minggu (9/7/2023) malam.
Helldy mengaku, pembuatan buku mengenai Peristiwa Geger Cilegon 1888 telah dilakukannya bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten. Buku ini akan terbit dalam waktu dekat.

Upaya Pemkot Cilegon itu mendapatkan apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat. Salah satunya, Ketua Yayasan KH. Wasyid sekaligus salah satu cicit Ki Wasyid –Panglima Perang Geger Cilegon 1888-, H. Asep Sofwatullah, Lc.
“Alhamdulillah dalam masa jabatan Bapak Helldy sebagai Wali Kota Cilegon berinisiatif mendorong KH. Wasyid menjadi Pahlawan Nasional, beserta pendampingnya yaitu KH. Arsyad Thawi,” ungkap Asep.
Sebelumnya, ditambahkan Asep, sudah ada pula inisiatif Pemkot Cilegon dalam mengangkat sejarah mengenai Geger Cilegon. Dia berharap, Pemkot Cilegon turut mendorong juga Peristiwa Geger Cilegon menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah.
Selain itu, upaya Pemkot Cilegon menjadikan KH. Wasyid dan KH. Arsyad Thawil sebagai Pahlawan Nasional juga mendapat dukungan dari para tokoh masyarakat Cilegon. Hal itu disampaikan Penggagas Komunitas Geger Cilegon, KH. Nawawi Sahim.

“Kami (tokoh masyarakat Cilegon) juga mencoba mengawal dalam rangka menggolkan gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada tokoh Geger Cilegon, Panglima Perang Ki Wasyid dan Wakil Panglima Perang Ki Arsyad Thawi,” tegas Nawawi.
Diketahui sebelumnya, dalam mengajukan KH. Wasyid dan KH. Arsyad Thawil menjadi Pahlawan Nasional, Pemkot Cilegon telah membentuk tim khusus.
Tim khusus yang dibentuk Pemkot Cilegon ini berjumlah 14 orang. Terdiri dari terdiri para sejarawan, sosiolog, dan arkeolog, yang diketuai sejarawan UIN SMH Banten Prof. Mufti Ali. []

0 Comments