Jembatan Kedaung Dongkrak Pendapatan Tukang Ojek


TANGERANG, bantenhariini.com – Jembatan Kedaung yang belum lama selesai dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Provinsi Banten mampu mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar. Di antaranya pendapatan para tukang ojek di wilayah itu.

Sebelum ada jembatan, warga Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, bila hendak ke Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, harus memutar jalan belasan kilo meter (KM). Padahal letak antara 2 lokasi itu tidak sampai 200 meter. Hanya dipisahkan aliran sungai Cisadane. Sementara untuk menuju Kedaung Wetan dan sebaliknya saat itu warga memanfaatkan jasa perahu eretan.

Muhaimin, tukang ojek yang tinggal di Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, mengatakan, setelah ada jembatan Kedaung, kemana saja menjadi sanggup mengantar warga dengan memanfaatkan jasa ojeknya. Terutama warga yang hendak ke Kota Tangerang dengan jalur pintas lewat jembatan Kedaung ini. “Kalau dulu saya pikir-pikir bila mau mengantar. Itu karena jaraknya jauh dan juga harus memutar jalan,” katanya, saat ditemui di lokasi jembatan Kedaung, Sepatan Timur, Rabu (6/9/2017).

Ia mengungkapkan, masyarakat yang menyewa jasa ojeknya bertambah banyak setelah ada jembatan Kedaung. Saat ini masyarakat lebih memilih memanfatkan jasa ojek ketimbang angkutan umum. Bila pakai angkutan umum tetap harus memutar jalan, dan waktu tempuhnya lama. Muhaimin juga tak menampik pendapatannya jadi meningkat setelah ada jembatan lintas Kedaung ini.

Hal yang sama diakui Muksin. Masih warga Desa Kedaung Barat. Menurutnya, sebelum jembatan ada dirinya selalu pikir-pikir bila mau mengantar sewa ojek. Karena jaraknya jauh dan harus memutar arah, maka tarif sewa agak tinggi. Seperti untuk Kota Tangerang bisa sampai Rp30 ribu bahkan Rp50 ribu. “Kalau sekarang ada yang bayar Rp15 ribu bahkan Rp10 ribu kita tetap ambil,” katanya.

Selain itu, kata dia, mengantar sewa ojek ke Kota Tangerang bisa dilakukan kapan saja. Seperti malam hari atau dalam kondisi hujan besar. Sebelumnya dalam kondisi seperti itu tidak bisa dilakukan. Tetapi setelah ada jembatan Kedaung kapan saja dilayani.

Sementara yang memanfaatkan jasa ojek Muksin paling banyak warga yang hendak berangkat kerja ke Bandara Soekarno-Hatta. Selain yang bekerja di pabrik juga yang berangkat sekolah. Diakuinya dalam sehari bisa belasan kali mengantar warga dengan jasa ojeknya.

Diketahui jembatan Kedaung yang belum lama dibangun ini baru bisa dimanfaatkan kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Belum bisanya kendaraan roda empat berupa angkutan umum atau mobil pribadi lantaran jalur keluar jembatan ruasnya masih sempit. Terutama di ruas keluar jalan di Kota Tangerang. Sebab itu pemerintah setempat dan provinsi sedang mengupayakan pelebaran jalan tersebut. (Setia)

Editor: Wayang

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *