ICW: Dinilai Efektif Berantas Korupsi, KPK Dapatkan Kepercayaan Masyarakat


SERANG, bantenhariini..com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan lembaga paling dipercaya dan dibutuhkan oleh masyarakat. Pasalnya, Tingginya kepercayaan dan kebutuhan adanya KPK disebabkan karena lembaga tersebut dinilai efektif dalam memberantas korupsi dibanding lembaga lainnya terutama terkait menindak pelaku korupsi kelas kakap. Hal tersebut meruapakan salah satu temuan survei anti korupsi yang dilakukan oleh Polling Center-ICW (Indonesia Corruption Watch).

Deputi Koordinator ICW Ade Irawan menjelaskan pemerintah saat ini semakin serius untuk memberantas perilaku tindakan korupsi di setiap daerah dengan melibatkan peran dari komunitas, media, masyarakat dan stakeholder terkait.

“Masyarakat memberi apresiasi terhadap pemerintah, dalam hal ini persepsi publik masih percaya terhadap lembaga KPK dalam menjalankan tugas-tugasnya melawan tindakan korupsi,” ungkapnya pada kegiatan Diseminasi Hasil Survei Nasional Anti Korupsi Tahun 2017 di Kota Serang, Selasa (8/8).

Dikatakan Ade, melalui hasil survei terhadap sejumlah masyarakat di seluruh provinsi, kota/kabupaten ternyata masih memberi dukungan dan kepercayaan terhadap KPK. Adapun berdasarkan hasil survei anti korupsi 2017 diketahui 54 persen masyarakat Banten menyatakan korupsi meningkat dari tahun sebelumnya, 38 persen tidak mengalami perubahan, 8 persen menurun dan menyatakan tidak jauh dengan persepsi tahun 2016, namun tahun 2017 masyarakat terlihat lebih optimis terhadap peran pemerintah yang terus gencar menindak prilaku korupsi.

“Sebanyak 83 persen masyarakat Banten menyatakan percaya dengan Presiden RI dan 82 persen terhadap KPK berdasarkan ketegasan dan komitmen pemerintah memberantas korupsi,” jelasnya.

Ade memastikan, survei yang dilakukan ICW itu dilakukan berdasarkan metodologi yang bisa dipertanggujawabkan hasilnya secara ilmiah. Survei dilakukan pada periode April hingga Juni 2017 dengan cara kuantitatif melalui mendatangi responden dari rumah ke rumah atau menggunakan perangkat telepon seluler di 34 provinsi, 177 kabupaten dan 212 desa.

“Survei ini merupakan gambaran dari persepsi masyarakat terhadap lembaga KPK tanpa membandingkan dengan lembaga penegak hukum lainnya,” jelas Ade.

Sementara itu, Tim Polling Center ICW Prazna Fadilla mengatakan, survei yang dilakukan di Banten melibatkan 470 sample dari 8 kabupaten/kota dan 44 desa/kelurahanan yang menyatakan persepsi pengalaman. Ditemukan juga bahwa masyarakatmenilai bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara kesiapan mengajukan keluhan dan pengalaman melakukan pengaduan keluhan yang sebenarnya.

“Sebenarnya diperlukan kesadan dan keinginan dari masing-masing masyarakat dalam membantu pemerintah memberantas praktek-praktek korupsi di lingkungannya dengan cara melapor,” katanya.

Ia menambahkan, survei yang dilakukan menggunakan teknik sampling Multistage Random Sampling dengan PPS (Probability Propotional to Size) dimana jumlah sampel tiap provinsi disesuaikan secara proposional dengan jumlah penduduknya.

“KPK terus memerima tingkat kepuasan yang tinggi dari masyarakat Indonesia,” ungkap Prazna. (Sukma)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *