SERANG, bantenhariini.com – Di tengah kesibukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten dalam melayani penukaran uang baru kepada masyarakat, rupanya tidak membatasinya untuk menjalin silaturahmi dengan kalangan perbankan dan jurnalis di wilayah Banten.
Hal itu terbukti dengan adannya buka bersama (bukber) antara BI Banten, perbankan dan jurnalis di aula Kantor BI Banten, Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kamis (23/5).
Dalam acara buber itu, para tamu undangan yang diwajibkan memakai busana muslim membuat ruangan menjadi bernuansa Islami. Apalagi, musik-musik religi pun terdengar sangatlah merdu.
Kemudian di tengah acara, BI Banten tidak lupa berbagi keberkahan kepada masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari pemberian santunan kepada anak yatim asuhan dari Rumah Yatim Pintar, Dhuafa Cilegon. Kemudian santunan kepada Abang Becak di Banten, yang berkerja sama dengan Laz Harfa.
Pjs Kepala Kantor Perwakilan BI Banten, Erry P Suryanto mengungkapkan, kegiatan pada hari ini pun merupakan layanan dan sinergitas dengan perbankan dan Jurnalis di Banten. Dengan demikian ia berharap, bisa merajut silaturahmi dengan berbagai kalangan di bulan yang penuh berkah ini.
“Saya ucapankan terima kasih kepada teman-teman yang mau hadir dalam bukber di kantor BI. Ini pun menjadi suatu kebiasaan positif yang harus selalu kita jaga di bulan Ramadan dan hari raya. Yakni, selalu berbagi dan mempererat silaturahmi,” kata Erry dalam sambutannya.
Erry juga menjelaskan, untuk penukaran uang di setiap bank yang ada di Banten, setiap orang dibatasi hanya boleh menukarkan sebanyak Rp4 Juta dengan komposisi pecahan uang dua juta, akan mendapatkan pecahan Rp10,000. Lalu, kata Erry, Rp1 juta bisa dipecahkan menjadi Rp5.000 dan Rp2.000. Sementara untuk kebutuhan pecahan lain dilayani sesuai persediaan.
“Setiap bank hanya menyediakan 200 transaksi dengan maksimal perorang hanya boleh menukar Rp4 juta,” jelasnnya.
Sebelumnya BI Banten telah memperkirakan kebutuhan uang kartal di Banten periode Ramadan dan Idul Fitri 1440 H sebesar Rp2,56 Triliun atau tumbuh 26% dibandingkan periode tahun lalu dengan perkiraan kebutuhan penukaran masyarakat Rp21,340 miliar.(FEB)

0 Comments