SERANG, bantenhariini.com – Suku Baduy atau bisa di bilang Urang Kanekes teryata terbagi menjadi dua. Ada Baduy Dalam dan Baduy Luar. Mereka adalah sebuah kelompok etnis masyarakat adat suku Banten, yang berada di wilayah Kabupaten Lebak.
Banyak istilah yang mengatakan Perbedaan paling mendasar dari kedua suku ini adalah dalam menjalankan pitukuh atau bisa disebut aturan adat istiadat. Jika Baduy Dalam masih memegang teguh aturan adat dengan baik, sebaliknya tidak dengan suku Baduy Luar.
Teryata hal itu pun terbukti, dalam acara Seba Baduy 2019, yang diselenggarakan, di Pendopo Gubernur Banten, Alun-alun Kota Serang, Minggu (5/5/2019). Terlihat jelas, dimana Baduy Dalam masih menjalankan aturan adat istiadat. Dengan berjalan kaki dari kediamannya menuju tempat lokasi Seba Baduy.
Bahkan Baduy Dalam, tidaklah meroko dan menggunakan alat komunikasi seperti Handphone (HP). Makanan pun, mereka membawa bekel dari rumah dan hanya memakan hasil tani dari perkebunannya.
Sedangkan Baduy Luar, sudah seperti masyarakat pada umumnya. Mereka merokok dan menggunakan alat komunikasi seperti HP. Walaupun sama-sama tidak memakai alas kaki, Baduy Luar datang ke lokasi mengguna transportasi yang disediakan Pemerintah Daerah (Pemda). Yaitu sebuah Bus.
Tidak hanya itu, Baduy Luar pun sangatlah lancar dalam menggunakan Bahasa Indonesia dan tidak ragu membeli jajanan yang tersedia di sekitar acara Seba Baduy 2019.
Untuk diketahui, dalam acara Seba Baduy 2019 yang di gelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten itu pun, dihadiri oleh 15 orang Baduy Dalam dan hanya sakitar 500 orang Baduy Luar. (FEB)

0 Comments