SERANG, bantenhariini.com – Program uji coba Sistem Satu Arah (SSA) tahap 2 yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, telah selesai dilakukan selama 4 hari.
Uji coba SSA tahap 2 itu pun, dimulai semenjak 30 April hingga 3 Mei 2019. Namun keberhasilan program tersebut belum diketahui.
Terlebih, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang, Mujimi di tukar posisi dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Maman Lutfi.
Sehingga, membuat Kadishub baru, Maman Lutfi mengaku bingung, dan belum tau kelanjutan program uji coba SSA. “Belum tau, liat nanti lah. Dipelajari dulunnya,” kata Maman Lutfi saat di temui di Pemkot Serang, Jum’at (3/5/2019).
Padahal dalam Uji Coba SSA sendiri telah dilakukan selama seminggu. Mulai dari uji coba SSA tahap pertama di lakukan pada tanggal 20-23 April 2019. Kemudian dilanjutkan dalam uji coba Tahap 2, pada tanggal 30 April hinggal 3 Mei 2019.
Hal itu pun, menarik perhatian sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) hingga pengamat Pemerintah. Salah satunnya, Sekretaris Organisasi Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT) Kota Serang, Jejen mengatakan, seharusnnya uji coba SSA dilakukan dengan konsep yang matang terhadap kondisi objektif infrastruktur di Kota Serang.
“Saya kira, Pemkot harus bisa melihat dan membaca seperti apa cara mengurai kemacetan di Kota Serang. Demikian juga upaya untuk mengentaskan kemacetan tidak terkesan tergesa-gesa, proses uji coba SSA yang dilakukan selama 3 hari tidak merubah laju lalu lintas. Bahkan hal ini mimbulkan kekeliruan masyakat, karena memang jalur yang digunakan dalam SSA belum maksimal,” katanya.
Jejen juga meminta, kepada Pemkot Serang untuk bertanggung jawab atas program uji coba SSA yang telah dilakukannya.
“Jangan sampai fatal. Belum siap untuk memberlakukan SSA, malah memaksakan kehendak tanpa melihat kondisi objektif yang telah terjadi. Sampai akhirnnya SSA tidak jadi diberlakukan,” tegasnya.
Ditempat berbeda, Pengamat Pemerintah, Yhanu Setiawan mengaku, terkejut dengan pasrahnnya Pemkot Serang untuk menerapkan SSA.
“Kok pasrah, perkuatlah sosialisasinya atuh. Memang Mengelola Kota tidak mudah, apalagi mau buat inovasi. Yang penting segala sesuatunya terukur, terencana dan tersosialisasi. Jadi jangan pasrahan apalagi baperan,” tandasnya. (FEB)

0 Comments