SERANG, bantenhariini.com- Pengecoran sebagian badan jalan Ciwaru Raya, Kota Serang dikeluhkan masyarakat karena tidak dilanjutkan. Pembangunan dengan nilai proyek mencapai Rp3,4 milyar diharapkan segera rampung karena kerap membuat kemacetan di sekitar Lampu Merah Warung Pojok. Kondisi tersebut membuat badan jalan menyempit, dan menyisakan lubang di beberapa titik. “Jalannya juga beda tinggi, jadi orang susah lewatnya,” ungkap Yadi, 58, penyedia jasa ojek yang mangkal di Warung Pojok, Rabu (19/7).
Yadi menjelaskan, sebagian ruas jalan tersebut sudah selesai sejak sebelum Lebaran. “Sering ada pengendara motor yang jatuh akibat jalan sempit,” katanya. Beberapa pengendara motor kerap melawan arus untuk menghindari kemacetan panjang.
Pantauan bantenhariini.com di lokasi proyek yang menggunakan anggaran DAK (2016) TA 2017, arus lalu lintas cukup semerawut. Selain menghambat, lubang pada badan jalan yang belum dicor juga menghambat arus lalu lintas dan membahayakan pengendara sepeda motor. Hal ini diperparah dengan adanya kendaraan yang terkadang berhenti seenaknya. (Arif)

0 Comments