Bangun SDM Kepariwisataan


PANDEGLANG, bantenhariini.com – Sektor pariwisata merupakan salah satu pembangunan nasional yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal itu wajib didukung oleh seluruh Kementerian dan Kelembagaan serta lapisan masyarakat diseluruh daerah sebagai upaya membanguan destinasi pariwisata dengan memanfaatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai sebagai penentu pembangunan destinasi wisata.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar RI Ahman Sya, saat membuka acara Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Untuk Masyarakat di Tanjung Lesung Resort, Pandeglang, Sabtu (15/4).

Menurut Ahman, membangun sebuah destinasi wisata diperlukan tenaga SDM yang mumpuni dengan memberikan pengetahuan sesuai dengan bidang yang digelutinya salah satunya dibsektir kepariwisataan. “Penyiapan SDM merupakan pembangun bangsa yang bisa menentukan sebuah daerah termasuk sebagai pembangun destinasi wisata,” ujarnya.

Dikatakan Ahman,  ada 4 pilar yang harus dilakukan untuk membangun destinasi wisata diantaranya mendorong pelaku indstri, Mengembangkan pengelolaan, Mempromosikannya dan membackupnya dari sudut pandang manusia. “Ini merupakan pendidika  non formal dalam membangun potensi dengan memberdayakan sekaligus melatih SDM yang profesional,” jelasnya.

Ahman menambahkan, pada dasarnya SDM kepariwisataan sudah menjadi kader yang memiliki fungsi dan peran dalam pergerakan dan pengembangan destinasi wisata dengan merealisasikan program pariwisata dengan mengangkat pariwisata berbasis masyarakat. “Sebenarnya Banten sudah terkenal dengan potensi pariwisatanya, tinggal bagaimana kita memasarkan potensi tersebut menjadi daya tarik. Ditambah dengan branding 7 wondersnya akan mengangkat kepariwisataan Banten menjadi lebih menarik,” kata Ahman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, pelatihan SDM merupakan kerjasama antar lembaga dengan menggerakan para pelaku pariwisata untuk ikut berkontribusi dalam melakukan pengembangan tempat wisata. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi antar daerah dan lembaga untuk mengenalkan lebih luas destinasi wisata Banten. “Kita akan lakukan sertifikasi kepada 800 pelaku industri pariwisata di Banten untuk mendorong SDM yang aktif dan berdaya saing dalam mempromosikan pariwisata Banten,” katanya.

Wilayah pariwisata menurut Eneng, juga harus memperhatikan sekaligus mengaplikasikan sapta pesona yang wajib dimiliki oleh destinasi wisata. Dengan pelatihan SDM kepariwisataan diharapkan bisa membantu para pelaku industri pariwisata untuk mengembangkan strategi pengelolaan, promosi dan kreativitas wisata yang bisa berdampak kepada perkembangan perekonomian masyarakat. “Pariwisata tidak hanya didukung oleh aspek anggarannya saja melainkan kebijakan yang sesuai dengan apa yang bisa disentuh oleh para pelaku pariwisata dan bisa membangun destinasi pariwisata SDMnya,” ungkap Eneng.

Kegiatan tersebut diikuti 170 orang pegiat pariwisata mewakili unsur muspika,  tokoh masyarakat,  tokoh agama, aparat keamanan,  lembaga pendidikan,  organisasi, dan pelaku usaha pariwisata. (Anda)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *