SERANG, bantenhariini.com – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-492 Kabupaten Serang, dua organisasi mahasiswa melakukan aksi di depan Pendopo Bupati Serang, Senin (8/10/2018).
Aksi yang pertama, dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kemudian, aksi kedua dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Serang di tempat yang sama sekitar pukul 14.00 WIB.
Dua organisasi mahasiswa itu, melakukan aksi dalam rangka menutut keadilan masyarakat Kabupaten Serang. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dinilai gagal dalam memimpin suatu wilayah. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Hamas Pusat Kosasih disela-sela aksi.
Lanjut Kosasih, di usia Kabupaten Serang yang memasuki ke-492 tahun, tidak ada perubahan sedikit pun. Bahkan birokrasi dan demokrasi Pemerintah Kabupaten Serang hanya untuk memperkaya diri golongannya saja dan bukan untuk kesejahteraan rakyat.
“Seharusnya dengan usia setengah abad, bisa lebih baik lagi. Namun sangat disayangkan Pemerintah Kabupaten Serang masih mengedepankan kelompoknya saja, dan tidak memperdulikan kesejahteraan rakyat. Sehingga masalah ekonomi, kesehatan dan pendidikan masih tertinggal jauh dari harapan. Makannya kami menutut keadilan,” ungkapnnya disela sela aksi.
Pada kesempatan itu pun, Kosasih mengajak seluruh mahasiwa yang ada di Kabupaten Serang maupun Banten. Untuk bisa ikut bergerak bersama, dalam menyeadarkan Pemerintahan Kabupaten Serang.
“Kita tidak boleh diam saja melihat persoalan yang ada ini, harus bergerak secara bersama-sama. Agar masyarakat Kabupaten Serang bisa sejahtera,” jelasnnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan, PMII Kabupaten Serang, Sahrudin Atta mengungkapkan, aksi tersebut merupakan salah satu bentuk evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Serang.
“Salah satunya persoalan Puspemkab yang selama ini dicanangkan, namun sampai detik ini, hanya sebatas janji manis penguasa saja,” kata Sahrudin.
Ia juga menyoroti, soal pencemaran lingkungan yang sampai saat ini Kabupaten Serang belum mempunyai tempat pembuangan akhir (TPA). Sehingga mengakibatkan sampah berceceran di mana-mana.
“Belum lagi soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM-red) yang kami nilai gagal total, karena dari sekian besar APBD Kabupaten Serang belum dirasakan hasilnya oleh masyarakat,” pungkasnya.(Feb/Setia)

0 Comments