SERANG, bantenhariini.com – Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah bersama para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten, mengunjungi tempat wisata religi di Banten Lama.
Dalam kunjungannya, Ketua DPRD Banten bersama OPD Pemprov Banten melihat-lihat proses pembangunan Banten Lama, dan berbincang-bincang dengan masyarakat setempat, Selasa(2/10). “Jadi hasil kunjungan saya pada kali ini, bahwa pembangunan revitalisasi Banten Lama akan membutuhkan waktu lama. Karena banyak sarana dan prasarana yang harus ditata ulang. Supaya bisa lebih menarik, dan membuat nyaman pengunjung. Tapi tidak menghilangkan, sisi agamis serta sejarah yang ada di Banten Lama,” kata Asep seusai kunjungan ke Banten Lama.
Kemudian, masih kata Asep, apabila revitalisasi Banten Lama sudah selesai, pengunjung yang datang akan bisa mengenal Banten seperti apa. Karena sejarah-sejarah Banten akan lebih ditonjolkan, dan bukan hanya menjadi tempat ziarah saja. “Karena kita ingin membuat Banten Lama menjadi tempat monumen peninggalan sejarah, dan menggerakan kembali roda ekonomi yang ada disekitar tempat wisata religi Banten Lama ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (Perkim) Banten, M. Yanuar yang mendampingi kunjungan Ketua DPRD Banten, menambahkan, bahwa revitalisasi di Banten Lama telah memasuki 38 persen, dan pembangunan dimulai dari sekitaran Masjid Agung Banten. “Sementara ini, kita masih fokus di tahapan awal pembangunan di sekitaran Masjid Agung Banten. Karena Masjid Agung ini menjadi titik sentral pengunjung yang datang ke kawasan Wisata Religi Banten Lama ini,” kata Yanuar.
Yanuar berharap, tahap pertama revitalisasi Banten Lama bisa selesai pada tahun ini. Karena akan dilanjutkan dnegan pembenahan, pada tahun depan. “Setelah selesai membangun Masjid Agung Banten, kita akan bereskan Kraton Kaibon pada tahun depan. Pokonya kita ingin Banten Lama menjadi tempat Wisata Religi bagi masyarakat seluruh nusantara, makanya diperindah sebagus mungkin,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Pemangku Adat (LPA) Kesultanan Banten, KPRB H.Tb.A.Abbas Wasee ikut angkat bicara. Ia mengatakan, dengan adanya perubahan fisik berupa revitalisasi kawasan Banten, diharapkan akan ada perubahan mental dan sikap prilaku masyarakat sekitar. “Jadi masyarakat Banten juga harus merubah sikap, mental, dan prilakunya. Karena untuk pemberdayaan masyarakat, dalam memperbaiki nilai ekonomi,” tutupnya. (FEB).

0 Comments