SERANG, bantenhariini.com – Adanya longsor di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang mengakibatkan 2 korban perempuan hilang. Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan berusaha melakukan pencarian korban yang hingga saat ini masih belum ditemukan.
Bahkan dalam evakuasi, Pemkot Serang menemui kendala. Yaitu, curah hujan, dan kontur permukaan tanah yang labil menyebabkan masih terjadi longsor kecil susulan.
Akibat longsor susulan tersebut, tim evakuasi yang menyiapkan alat berat sulit melakukan pengerukan untuk menemukan korban yang tertimbun gunungan material sampah dan tanah.
Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, bahwa akan menambah alat berat untuk melakukan pengerukan. Kendati demikian alat berat yang sudah ada belum bisa beroperasi. “Yang paling utama adalah pencarian korban dulu, setelah itu kita akan rapatkan dengan para OPD agar Cilowong tidak kembali longsor. Baru tindak lanjut kedepan kita rencanakan pembuatan tutup sampah, untuk mencegah adanya longsor,” ungkapnya saat mengunjungi tempat kejadian longsor, di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rabu (2/1/2019).
Lanjut Syafrudin, untuk pencarian korban, Pemkot Serang bersama tim gabungan dari BPBD Kota Serang dan Basarnas Banten akan mengerahkan alat berat. Mengingat korban sepertinya tertimbun tumpukan sampah dengan kedalam 10 meter. “Kita akan berusaha untuk mencari korban yang hilang. Bahkan hingga malam hari pencarian pun akan tetap dilanjutkan,” jelasnya.
Sementara itu, menurut saksi mata kejadian, Dodi mengatakan, bahwa pada saat kejadiaan dirinya sedang berada diatas menanam jagung. Kemudian, Dodi mengaku, mendapatkan teriakan dari dua ibu-ibu yang berteriak menyuruh lari. “Saya pun melihat dua ibu-ibu serang mengiring kambing di bawah, dan berteriak menyuruh lari. Lalu tiba-tiba tanah pun sangat cepat sekali bergeser, dan saya tidak melihat ibu-ibu itu kembali. Untungnya saya masih berada diatas permukaan tanah, walaupun tertimbun sebatas dada,” katanya.
Sementara itu, menurut informasi BPBD Kota Serang, bahwa 2 korban perempuan yang belum ditemukan bernama saudari Jemah berusia 45 tahun, asal Kampung Cikoak jalan cilowong, dan Saudari Ida berumur 42 tahun dari Kampung Cikoak. (FEB)

0 Comments