SERANG, bantenhariini.com – Tak seperti biasanya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Serang ramai oleh orang-orang yang membawa map dan berpakaian rapi. Diperkirakan usia mereka baru mencapai 18 tahun hingga 25 tahun.
Setelah ditelusuri, mereka ternyata sedang membuat kartu kuning untuk melamar kerja. Bahkan uniknnya, ada seorang Pencari Kerja (Pencaker) membuat kartu kuning hanya sebagai pegangan untuk menunggu lowongan pekerjaan.
“Lagi mau buat kartu kuning mas, untuk jaga-jaga siapa tau ada lowongan kerja,” kata pria berbewok asal Unyur, Kecamatan Serang, saat ditemui tengah mengantri di Disnaker Kota Serang, Selasa (21/5).
Dalam antrean itu, ada juga yang diantar oleh orangtuanya. “Anak saya Alhamdulillah dapat panggilan di PT Marga Mandala Sakti (MMS) di Jakarta. Kalau untuk di Kota Serang sudah melamar di Indomaret, Alfamart dan JNE belum ada panggilan. Bahkan pernah melamar di Krakatau Stell, tapi belum di panggil saja,” ungkap Ibu bebadan gemuk dan berkerudun dari perumahan Bumi Agung Permai (BAP) 1, Kota Serang.
Melihat fenomena ini, ternyata lapangan pekerjaan memang masih sulit di dapatkan. Padahal di Kota Serang, terdapat 1000 perusahaan telah berdiri semenjak tahun 2016.
Menurut, Sekretaris Organisasi Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT) Kota Serang, Jejen saat ditemui di Kampus UIN SMH Banten, Ciceri, Kota Serang, Selasa(21/5), persoalan pengangguran masih menjadi masalah Pemerintah Daerah (Pemda). Bahkan persoalan pengangguran merupakan momok menakutkan. Pasalnya, transisi peralihan kepemimpinan tidak bisa merubah nasib rakyat secara signifikan, tetap saja rakyat akan terus dilingkari dengan penyakit kemiskinan di masa Wali Kota Serang yang baru.
Jejen juga mengatakan, bahwa pada periode tahun 2014 terdapat jumlah angka pengangguran terbuka sebanyak 10,03 persen, kemudian setelah 3 tahun berlalu, di 2017 menjadi 8,43 persen atau turun sebesar 1,6 persen. Lalu di 2018 pengangguran di Kota Serang masih diangka 8,43 persen. Artinya periode 2014-2018 dari data tersebut tidak ada signifikan perubahan yang terjadi.
“Makannya ke Pemimpinan Syafrudin dan Subadri harus bisa mengentaskan pengangguran, dengan serius dalam membangun Kota Serang. Terutama pembangunan SDM-nya,” katannya.
Sementara itu, Kadisnaker Kota Serang, Ahmad Benbela mengakui, memang benar di Kota Serang terdapat 1000 perusahaan, dan dirinnya akan mengoptimalkan untuk menyerap tenaga kerja lokal.
“Ya di Kota Serang terdapat 1000 perusahaan, dan sudah kita datangi satu persatu. Semoga saja bisa menyerap tenaga kerja lokal,” tandasnnya. (FEB)

0 Comments