Sambut HUT Kabupaten Serang, DKPP Luncurkan Gerakan Tanam Padi 500 Hektar


SERANG, bantenhariini.id — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang telah meluncurkan gerakan penanaman padi serentak di 500 hektare lahan pertanian yang tersebar di seluruh 29 kecamatan.

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke‑500 Kabupaten Serang, dengan menerapkan sistem pertanian modern yang diharapkan melipatgandakan hasil panen.

Titik utama penanaman dilakukan di Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, dengan menggunakan metode PM‑AAS atau Pertanian Modern‑Advanced Agricultural System.

“Alhamdulillah pada Rabu kemarin kita melakukan aksi nyata untuk mendukung 500 tahun Kabupaten Serang dengan penanaman gerakan tanam padi sebanyak 500 hektare dengan pola PM-AAS atau Pertanian Modern-Advanced Agricultural System,” kata Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo, Sabtu, (3/10/2026).

Untuk pelaksanaan penanaman sendiri, kata Suhardjo, dalam jangka Bulan September hingga Oktober sekitar 500 hektare.

“Penanaman ini sesuai dengan tema memperingati Hari Ulang Tahun ke-500 Kabupaten Serang, yaitu seluas 500 hektare se-Kabupaten Serang,” paparnya.

Untuk Pola PM-AAS, lanjut dia berbeda dengan penanaman padi biasa yang dilakukan umumnya, namun untuk saat ini perlu disemai terlebih dahulu kemudian dilakukan penanaman.

Lebih jelasnya kalau untuk ini langsung tabela atau tebar benih langsung, yang kemudian penggunaan pupuknya juga ada peningkatan.

“Dari benih awalnya cuma 20 kilo per hektare, ini jadi 80 kilo per hektare. Penggunaan pupuknya urea biasa 100 kilo per hektare ini 200 kilo per hektare. Kemudian NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium-nya) yang biasa 140 jadi ke 100 kilo per hektare,” terang Suhardjo.

Kemudian penggunaan dolomit, sambung Suhardjo, kemungkinan dengan menyesuaikan pH tanah jika masih rendah untuk pH tanahnya maka masih menggunakan dolomit. Sehingga diharapkan penggunaan tersebut hasilnya menjadi meningkat dua kali lipat.

“Kami mengharapkan nanti hasilnya ini meningkat dua kali lipat, yang biasanya hanya 5 hingga 6 ton menjadi 10 hingga 12 ton,” katanya.

Suhardjo menjelaskan bahwa kegiatan penanaman saat ini tidak lepas dukungan atau kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan), Pemprov Banten, dan para penyuluh pertanian.

“Intinya adalah dalam rangka peningkatan produksi padi, dan tentunya untuk peningkatan swasembada pangan kita,” terangnya.

Selain penanaman padi, kata Suhardjo, DKPP juga melaksanakan 500 vaksinasi hewan ternak baik sapi dan kerbau yang mana titik awal dilakukan di Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebakwangi dan dilanjutkan seluruh titik peternakan di 29 kecamatan se-Kabupaten Serang.

“Kita melaksanakan pemberian vaksin, pemberian vitamin, swab, dan pengambilan sampel darah untuk mencegah PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku sapi,” ujarnya.

Adapun untuk pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan pada Bulan September hingga Oktober sebanyak 500 ekor untuk dilakukan vaksinasi dan pemberian vitamin.

Tujuannya supaya masyarakat tenang, peternak tenang, kemudian kesejahteraan juga akan meningkat.

“Yang divaksinasi tersebar di beberapa kecamatan di antaranya Kecamatan Padarincang, Cinangka, Cikande, Lebakwangi, Waringinkurung dan lainnya hampir di semua wilayah Kabupaten Serang. Fokus utamanya sapi dan mungkin ada beberapa kerbau,” tutup Suhardjo. (Red/ Roy)

Comments

comments


0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *