Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Banten Membanggakan


Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Banten Membanggakan(foto bantenhariini_aep.BHI)

Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Banten Membanggakan(foto bantenhariini_aep.BHI)TANGERANG, bantenhariini.com – Kinerja BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Banten pada Triwulan pertama 2018 dinilai membanggakan dan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Pada bidang jasa kontruksi misalnya, dari target sekitar 300 ribu peserta di tahun 2018, sudah sekitar 127 ribu peserta yang mendaftar, atau sekitar 40 persen.

Angka yang cukup fantastis juga terlihat pada capaian peserta Bukan Penerima Upah (BPU) yang mencapai 80 ribu peserta dari target 2018 sekitar 141 ribu, atau sekitar 56 persen.

Dari target sekitar Rp4,6 triliun nilai jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan di Banten pada tahun 2018, sekitar 36 persen sudah tercapai dengan nilai mendekati Rp1,5 Triliun.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Teguh Purwanto menjelaskan, pelayanan wilayah Banten dilakukan oleh petugas di 6 kantor cabang utama dan 8 kantor cabang perintis.

Beberapa kantor cabang di Banten bahkan memilik prestasi luar biasa karena masuk 5 besar kantor cabang terbaik se-Indonesia seperti Cikupa, Tangerang Selatan, dan Batuceper.

Kanwil Banten ini punya semangat Jawara dan Juara. Kami optimis bisa jadi yang terbaik tahun ini,” ungkap Teguh, saat ditemui bantenhariini.com, Jumat (22/6).

Penilaian tersebut berdasarkan jumlah kepesertaan, pencapaian target, iuran peserta, dan pelayanan.
Untuk memperoleh predikat tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten memperbanyak kerjasama dengan berbagai pihak.

Salah satunya dengan pemerintah daerah dan perbankan. Menurutnya, masih banyak pegawai pemerintah yang bukan ASN belum terdaftar sebagai peserta jaminan sosial.

“Kami juga menjalin komunikasi dengan pemangku kebijakan yang mengeluarkan perijinan usaha. Mereka yang mengajukan ijin usaha diharapkan sudah mendaftarkan tenaga kerjanya pada BPJS Ketenagakerjaan,” kata Teguh.

Sejumlah bank juga sudah melakukan kerjasama dengan mensyaratkan keikutsertaan pekerjanya saat mengajukan permohonan kredit.

Teguh menambahkan, saat ini sudah banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya jaminan sosial, terutama BPJS Ketenagakerjaan.

Selain pekerja formal di perusahaan, banyak peserta perorangan yang sudah mendaftar dengan iuran relatif ringan mulai Rp16.800 perbulan.

“Jaminan sosial dapat melindungi peserta dari kemungkinan yang tidak diinginkan saat bekerja. Hal ini juga menjadi jaring pengaman agar kemiskinan tidak bertambah saat mendapat kecelakaan,” ujar Teguh. (Anda)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *