TANGERANG, bantenhariini.id – Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno mengajak masyarakat untuk bergotongroyong menghadapi wabah Covid-19. Saat ini menurutnya, Indonesia membutuhkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga tidak terpecah dalam upaya penanganan Covid- 19 ini. “75 tahun yang lalu Bung Karno dalam pidatonya mengatakan Negara Indonesia yang kita dirikan adalah negara gotong royong. Hal tersebut masih relevan dalam konteks kekinian terkait pandemi covid-19.
Nilai gotong royong yang dikobarkan Bung Karno itulah yang saat ini sangat dirasakan di tengah-tengah masyarakat. Semua ini adalah implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” ungkap Rano, saat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, di Alam Sutera, Kamis (17/9).
Dijelaskan Rano, nilai-nilai Pancasila semakin relevan dengan situasi dan kondisi saat ini. Bangsa Indonesia sedang menghadapi pandemi yang berdampak pada sektor ekonomi, sosial, politik, hingga Hankam.
Keseluruhan nilai yang terkandung dalam Pancasila menurutnya, memberi landasan berpikir dan bertindak bagaimana negara dan warga negara bersikap dan bertindak dalam menghadapi pandemi. “Negara yang berhasil keluar dari pandemi Covid-19 adalah negara yang memiliki persatuan dan kesatuan serta solidaritas yang kuat, mulai dari pemerintah sampai masyarakat tingkat bawah. Dan nilai-nilai tersebut merupakan ideologi dasar dari Pancasila,” kata Rano.
Menurut Rano, sebagai bangsa yang beragama, dalam menyikapi pandemi Corona ini perlu dilandasi dengan kecerdasan spiritual dan kecerdasan ekologis. “Sila pertama mengajarkan sebuah relasi antara Tuhan, manusia dan alam semesta. Sila ke dua, setiap manusia dilengkapi dengan olah pikir, rasa, karsa, dan cipta. Melalui hal itu, manusia membangun budaya, nilai-nilai dan norma-norma yang dijadikan landasan untuk bersikap dan bertingkah laku di masyarakat. Saat pandemi, empati dan tanggung jawab kemanusiaan benar-benar diuji membentuk satu kesadaran bahwa kita tidak hidup sendiri,” ujarnya.
Ditambahkan Rano, kebersamaan dan kolaborasi akan mempercepat penanganan pandemi. Saling membantu, berbagai, dan berkolaborasi tanpa melihat ras, suku dan agama adalah esesensi sila ke tiga Pancasila. “Esensi sila ke empat, kebijaksaan pemimpin dan elite politik dibutuhkan untuk menghasilkan kebijakan negara yang benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat dalam menangani pandemi,” tambahnya. Sementara sila ke lima mengajarkan sikap adil kepada sesama, menghormati hak orang lain, dan saling menolong. (Sania)

0 Comments