SERANG, bantenhariini.com – Tragedi keributan yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2019, seusai pengumuman hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) priode 2019-2024, telah menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia.
Namun, hal itu rupanya menjadi momentum penting bagi mahasiswa yang ada Indonesia maupun Banten untuk menyatukan pemikiran dalam membangun bangsa. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, Amas Tadjuddin kepada bantenhariini.com, Minggu (23/6).
Apalagi, kata Amas, mahasiswa merupakan garda terdepan dalam membangun bangsa Indonesia. Maka itu, Amas meminta, kepada seluruh mahasiswa untuk bersikap netral dan tidak berafiliasi.
“Saya kira, mahasiswa sebagai garda terdepan harus sanggup mensoalisasi kepada masyarakat untuk menjadi satu. Bagaimana hasil Pilpres 2019 menjadi keputusan final, dan mahasiswa dapat menyampaikan kepada masyarakat,” katanya.
Amas juga mengaku, bahwa dialog kebangsaan yang di gelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Serang pada Sabtu 22 Juni 2019 sangatlah bagus, untuk menjadi momentum penting dalam mempersatukan pemikiran bangsa Indonesia.
“Dialog kebangsaan bisa membentengi para mahasiswa dari Partai Politik (Parpol), yang menjadi kampus sebagai tempat arena Pemilu. Kita harus menjunjung tinggi nilai kebangsaan, sebagai pelopor penting dalam memsatukan pemikiran. Bahwa kita satu, bangsa Indonesia. Ini jauh lebih penting,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Lakspedam PWNU Banten, Ali Muhtarom menambahkan, poin penting dari dialog kebangsaan adalah membangkitkan rasa Nasionalisme, dan ideologi wawasan kesatuan sebagai warga Indonesia.
Sehingga, kata Ali, pesta demokrasi bisa dimaknai dengan hati nurani, dan tidak lompat dari pemahaman berbangsa serta bertanah air.
“Saya kira, ideologi radikal sangatlah berbahaya. Karena memiliki motif yang bertentangan dengan negara kesatuan, berbangsa dan bertanah air,” katanya.
Oleh itu, dikatakan Ali, strategi yang harus dilakukan untuk rekonsiliasi adalah membangkitkan kembali semangat masyarakat Indonesia melalui forum-forum diskusi kebangsaan. Sehingga masyarakat bisa mengerti nilai Nasionalisme dan keberagaman serta budaya yang ada Indonesia.
“Forum-forum Diskusi inilah yang kita butuhkan untuk menghidupkan kembali jiwa Nasionalisme dan kebangsaan di masyarakat Indonesia,” tandasnya. (FEB)

0 Comments