Jelang Mudik Lebaran, DPR Soroti Kemacetan di Bandara Soekarno-Hatta


http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/06/Jelang-Mudik-Lebaran-DPR-Soroti-Kemacetan-di-Bandara-Soekarno-Hatta_foto-bantenhariini_anggun.BHI_.jpg

http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/06/Jelang-Mudik-Lebaran-DPR-Soroti-Kemacetan-di-Bandara-Soekarno-Hatta_foto-bantenhariini_anggun.BHI_.jpgTANGERANG, bantenhariini.com – Jelang mudik Lebaran, Komisi V DPR RI memantau persiapan Lebaran di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kamis (7/6/2018).

Kunker dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo. Dia menyoroti kebijakan pemberlakukan pembayaran untuk kendaraan yang masuk di Terminal 1 perlu dikaji kembali.

“Saya lihat terminal satu sangat macet, karena ada pemberlakuan pembayaran bagi kendaraan yang masuk ke terminal satu. Tapi saya lihat hal itu malah tidak diberlakukan juga di terminal 2 dan 3. Padahal, mereka hanya melakukan drop bukan parkir. Tapi, dalam satu bandara yang sama, Kenapa ini penangannya beda? Harusnya disamakan untuk menghindari antrian panjangan dan kemacetan,” ujar Sigit.

Sigit meminta, agar dalam waktu cepat pihak Angkasa Pura II, yang merupakan pengelola Bandara Soetta, segera mengkaji prosedural tersebut.

http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/06/Jelang-Mudik-Lebaran-DPR-Soroti-Kemacetan-di-Bandara-Soekarno-Hatta_foto-bantenhariini_aep.BHI_.jpg

“Ini jangan sampai menghambat arus mudik dan balik lebaran nanti, karena macet saja. Harusnya kalau kendaraan yang drop tidak perlu dikenakan biaya, jangan disamakan dengan yang parkir,” tegasnya.

Sementara, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhamad Awaluddin menyampaikan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi akan aturan pembayaran pada terminal satu.

“Kalau terminal dua dan tiga sudah tidak ada pembayaran masuk kendaraan untuk yang melakukan drop, karena sudah dua level dengan keberangkatan diatas dan keberangkatan dibawah. Sementara, kalau terminal satu masih satu level dimana kedatangan dan keberangkatan masih dalam satu jalur, maka dari itu masih berbayar tapi ini nanti, akan kita evaluasi,” tukas Awaluddin. (Fani/Setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *