Pemilih Terbanyak Pilgub Banten di Tangerang Raya


UKON/JOB FB SEORANG warga sedang memasukkan kertas suara di kotak suara TPS 1 Desa Mangunreja kecamatan Puloampel, Serang kemarin (19/6). di kawasan tersebut, pasangan Taufik - Andi unggul sementara, disusul pasangan Bunyamin - Ma'mun.*

UKON/JOB FB SEORANG warga sedang memasukkan kertas suara di kotak suara TPS 1 Desa Mangunreja kecamatan Puloampel, Serang kemarin (19/6). di kawasan tersebut, pasangan Taufik - Andi unggul sementara, disusul pasangan Bunyamin - Ma'mun.*

bantenhariini.com, CILEGON – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banten menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Banten 2017 sebanyak 7.734.485 pemilih. Jumlah pemilih terbanyak berada di Tangerang Raya yaitu Kabupaten Tangerang 2.022.286 orang, Kota Tangerang 1.127.914 pemilih, dan 881.382 orang pemilih di Kota Tangerang Selatan. Keputusan pleno juga menetapkan 1.109.495 pemilih di Kabupaten Serang, Pandeglang 920.320, Cilegon 281.369, Kota Serang 455.291, dan Lebak 936.428.

Ketua KPU Banten, Agus Supriyatna mengatakan, pihaknya berusaha dengan cermat melakukan proses pendataan pemilih. Sehingga ditetapkan menjadi DPT. “Dalam penetapan ini kita tetapkan sebanyak 7,7 juta DPT. Kita juga masih memiliki pemilih 88 ribu lebih pemilih yang belum memiliki KTP elektronik. Nanti pemilih yang belum memiliki KTP elektronik ini akan mendapatkan surat keterangan dari dinas kependudukan dan catatan sipil,” katanya.

Jumlah DPT Pilgub Banten 2017 menurut Agus, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Pilpres dan Pileg. Jumlah DPT sebelumnya mencapai 8,2 juta lebih, setelah dilakukan pemutakhiran data mengalami penurunan menjadi 7,7 juta. “Penurunan ini banyak faktor diantaranya adanya pencoretan pemilih fiktif dan ada yang meninggal dunia. Ini hasil pemutakhiran yang dilakukan petugas KPU di kabupaten/kota,” ungkap Agus.

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Bawaslu Banten Pramono U Tanthowi meminta KPUD agar kembali melakukan pengecekan terhadap DPT karena dimungkinkan tidak sempurna. Pramono menilai perlu adanya pengecekan kembali supaya lebih akurat.  Apalagi dalam pengelolaan DPT itu menggunakan sistem komputerisasi. Sehingga dikhawatirkan adanya kekeliruan input data. “Ini kan yang melakukan sistem, misalnya salah memasukan nama admin, tapi misalnya ada huruf A-nya dua, ini kan bisa tercoret. Soalnya ini komputer. Nah yang begini ini harus cermat sekali,” ujar Pramono.

Pramono meminta kepada KPU Banten agar terus melakukan pengecekan kembali. Hal itu dilakukan supaya DPT yang ditetapkan tidak menjadi masalah di kemudian hari. “Ini masih ada waktu sekitar dua bulan lagi untuk pematangan data supaya benar-benar DPT ini akurat dan tidak menjadi masalah,”  katanya. (Ukon)

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *