SERANG, bantenhariini.com – Rapat umum Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Serang nomor urut 3 Syafrudin-Subadri Ushuludin berlangsung dengan meriah. Kampanye terbuka yang menghadirkan berbagai artis papan atas serta jurkam nasional ini menghibur ribuan pendukung yang berkumpul di lapangan Bola Kecamatan Curug.
Gita KDI yang dijadikan penghibur utama ini cukup membuat para penonton turut menikmati sajian musik dangdut dan gambus yang hits dengan beberapa gubahan yang menyesuaikan tema kampanye.
Sedangkan, para jurkam yang terdiri dari 4 partai lama dan 4 partai baru yang bergabung dengan timses Syafrudin-Subadri bergantian membakar semangat para pendukung, ditambah dengan celotehan segar dari artis komedian Ginanjar yang menjadi pembawa acara, serta jurkam nasional seperti Miing Bagito yang saat ini menjadi politisi PAN.
Namun dari pantauan awak media, masih terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh para peserta kampanye, seperti membawa anak-anak dan bahkan ditemukan kendaraan dinas berplat merah dengan nopol dari daerah Jakarta.
Ketua Panwaslu Kota Serang, Rudi Hartono yang ditemui disela-sela kampanye mengatakan, memang terdapat beberapa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh peserta kampanye terbuka tersebut.
“Memang masih terlihat, ada anak-anak serta masih banyak peserta yang melanggar aturan lalulintas, seperti memakai bak terbuka dan tidak menggunakan helm,” jelas Rudi kepada awak media, Senin (7/5).
Untuk temuan yang seperti itu, tidak akan dilakukan penindakan langsung di tempat. Akan tetapi, temuan kendaraan berplat merah langsung segera dilakukan penindakan agar cepat berpindah untuk tidak di lokasi kampanye.
“Kalau kendaraan plat merah tadi segera kami tindak agar tidak ada di tempat. Hasil klarifikasi sementara, itu adalah kendaraan untuk membawa artis dari Jakarta,” kata Rudi.
Persoalan anak-anak sendiri akan dilakukan pemanggilan kepada timses paslon Syafrudin-Subadri, dikarenakan ada kemungkinan anak-anak tersebut hadir hanya untuk melihat hiburan saja.
“Jadi bisa saja anak-anak itu senang dengan keramaiannya, jadi datang ke lokasi kampanye, kami belum menemukan adanya dugaan pengorganisiran peserta anak-anak. Kalau diorganisir, jelas pelanggaran dan bisa kena tindak pidana,” tegasnya.
Dalam orasinya, Calon Walikota Serang Syafrudin mengungkapkan beberapa permasalahan pembangunan yang ada di Kota Serang, diantaranya infrastruktur, pendidikan, tata kota serta kemiskinan.
“Kita tahu Kota Serang merupakan Ibu kota Provinsi Banten, tetapi masih banyak permasalahan di Kota Serang ini,” pekiknya.
Sebab itu, diharapkan warga Kota Serang dapat memilih paslon nomor 3 tersebut agar dapat membawa perubahan yang lebih baik lagi kedepannya.
“2018 kita ganti walikota yang berani dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada,” imbuhnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Calon Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin. Selain itu, ia mengajak para pendukungnya untuk tetap merapatkan barisan dalam memenangkan Paslon nomor urut 3 itu.
“Kami hadir berdua dalam rangka menyelamatkan Kota Serang. Oleh sebab itu kami mengajak seluruh warga Kota Serang untuk bersama-sama memperbaiki Kota Serang ini,” ucap Subadri.
Politisi PAN, Miing Bagito mengatakan, Kota Serang jauh tertinggal daripada ibu kota daerah lainnya seperti Kota Bandung. Dalam orasinya, ia mengatakan perubahan bagi Kota Serang harus dimulai dari para warganya.
“Yang penting adalah, warga harus cerdas dalam memilih pemimpinnya,” ajak Miing.
Kampanye yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini cukup berjalan dengan tertib dan diakhiri dengan pembersihan sampah-sampah yang ada di sekitar area kampanye tersebut. (FEB).

0 Comments