Jelang Ramadhan, Komoditas Pangan Diklaim Stabil


http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/aep/2018/05/IMG-20180502-WA0278.jpg

http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/aep/2018/05/IMG-20180502-WA0278.jpgTANGERANG, bantenhariini.com – Menjelang bulan Ramadhan, komoditas pangan diklaim stabil. Hal ini dikatakan oleh Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto, di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (2/5/2018)

Setyo mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk pengendalian harga menjelang datangnya Ramadhan.

“Beberapa komoditas dalam kondisi stabil, bahkan harganya dibawah HET (Harga Eceran Tertinggi). Kami juga akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk membahas pangan,” ucap Setyo.

Lanjut Setyo , dia menjelaskan, harga komoditas seperti bawang putih, cabai rawit, gula pasir dan minyak goreng di beberapa tempat masih di atas HET. Namun, di Jakarta harga pangan di bawah HET. Hal tersebut bersifat fluktuatif sesuai dengan daerah masing-masing.

Menurut penuturan Setyo, harga bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati dibawah Rp15 ribu. Namun, di beberapa daerah harganya cukup tinggi karena beberapa faktor seperti transportasi.

“Artinya kalau di Pasar Induk Kramat Jati sudah bagus harganya yang pasti di ritel kita harapkan harga tidak terlalu lebih mahal. Jika ada gejolak harga kita akan siap gelar operasi pasar,” tuturnya.

Selain itu, Setyo menambahkan, saat ini stok cabai rawit dan beras di pasar masih cukup terkendali.

“Harga beras terkendali di bawah HET, khusunya Jakarta sudah bisa dibilang cukup stoknya dan juga memenuhi syarat. Untuk gula da  minyak goreng itu juga sudah HET dan stok cukup. Semua itu bertujuan memasuki puasa nanti semua harga dapat terkendali dan masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa dengan tenang serta tidak memikirkan kenaikan harga,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Setyo menyampaikan, pemerintah turut memberikan pilihan daging murah dengan mengimpor daging kerbau dari India. Daging kerbau dipilih untuk mengantisipasi harga daging sapi yang melonjak.

“Kalau harga daging sapi segar sebesar Rp110-Rp120 rb, untuk daging kerbau yang frozen dijual dengan harga Rp80 ribu. Kita juga akan aktif mengecek lapangan agar selalu mengupayakan harga tetap stabil dan stoknya aman. Kami dari Satgas Pangan juga akan mengawasi,” tandasnya. (Fani/Setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *