Begini Pelayanan Kesehatan Kabupaten Serang, Lagi-lagi Ambulance Dipersulit


SERANG, bantenhariini.com – Sulitnya mendapat pelayanan kesehatan di Kabupaten Serang kembali dirasakan oleh warga. Hal itu yang dialami Ade (25), warga Kampung Masigit, Desa Ciomas, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

Ade mengaku kesulitan mendapatkan ambulans untuk mengantar Anik Amaliah (21), sang adik yang sakit untuk dibawa ke rumah sakit. Dua Puskesmas yang ia datangi tidak memberikan pelayanan mengantar pasien padahal ambulans operasional terparkir berjajar di puskesmas.

“Saya datang ke Puskesmas Ciomas, di sana ketemu petugas Puskesmas. Petugas di sana bilang kalau sopirnya sedang tidak ada. Saya mohon untuk pinjam ambulans karena kondisinya mendesak,” kata Ade kepada wartawan, Minggu (18/2).

Merasa sangat membutuhkan ambulans, Ade pun memberanikan diri untuk langsung meminta izin Kepala Puskesmas Ciomas. Setelah menelpon, Kepala Puskesmas Ciomas, Safrudin mengatakan tidak bisa meminjami ambulans karena  tempat tinggal pasien bukan di Kecamatan Ciomas.

Mendapat saran tersebut, Ade pun kemudian menuju Puskesmas Padarincang. Di sana Ade kembali mendapati rumitnya birokrasi dan sejumlah prosedur. Petugas Puskesmas meminta Ade membawa pasien menuju Puskesmas terlebih dahulu.

“Saya diminta bawa pasien dengan kendaraan pribadi dulu atau menggunakan angkot atau becak untuk ke Puskesmas. Petugas enggak mau jemput pasien dari rumah. Di Puskesmas saya harus meminta izin peminjaman ambulans. Kalau ada kendaraan pribadi ngapain saya pinjam ambulans. Kan begitu logikanya,” kata Ade.

Merasa putus asa karena kondisi sang adik semakin lemah, akhirnya ia meninggalkan Puskesmas dengan tangan hampa. Namun pihak keluarga mendapat titik terang setelah ada pihak warga dari kampung lain menyewakan kendaraan untuk mengantar pasien menuju Rumah Sakit Kencana, Serang.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih berupaya mendapat konfirmasi dari pihak Puskesmas Padarincang.

Sebelumnya, hal ini juga dialami oleh keluarga pasien bernama Solihin (36) warga Kampung Pasir Gadung, Sangiang, Mancak, Kabupaten Serang.

Meski berjejer ambulan operasional Puskesmas Mancak, pasien tidak mendapat izin petugas setempat hingga keluarga harus menyewa mobil bak terbuka dari material bangunan untuk membawa pasien ke Rumah Sakit terdekat.

Adalah Anton Daeng Harahap (31), kerabat pasien yang mengaku mengurus pasien mendapatkan perawatan medis. Sebelumnya, Anton menceritakan bahwa Solihin sempat dirawat di Rumah Sakit di kawasan Kalideres, Jakarta.

Solihin dirawat akibat kecelakaan lalu lintas di sana. Di Jakarta Solihin sempat mendapat perawatan selama satu bulan lebih. Dari Jakarta, setelah dokter menyarankan bisa menjalani rawat jalan ke rumah sakit terdekat, pasien dibawa pulang oleh keluarganya ke Mancak.

Setelah dua pekan di rumah, kondisi pasien terus memburuk. Solihin tidak bisa buang air kecil dan buang air besar. Akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan rawat jalan. Oleh pihak rumah sakit, keluarga disarankan untuk meminta rujukan ke Puskesmas terdekat.

“Pasien dibawa ke Puskesmas Mancak untuk mendapat rujukan. Di Puskesmas tidak ada tindakan media apa pun. Akhirnya kami meminta rujukan dan memohon meminjam ambulan untuk membawa pasien ke rumah sakit,” kata Anton kepada wartawan melalui sambungan telpon, Kamis (1/2/2018).

Lelah menunggu selama empat jam, dengan kondisi pasien yang mulai lemah, keluarga akhirnya memutuskan untuk meminjam ambulan untuk membawa pasien ke rumah sakit terdekat. “Tapi dokter tidak mengizinkan untuk meminjami ambulan. Padahal ada tiga ambulan terparkir di situ. Alasannya ambulan hanya bisa digunakan untuk pasien yang menjalani rawat jalan di Puskesmas,” kata Anton.

Pihak keluarga mengaku memiliki kendaraan pribadi. Namun karena pasien tidak bisa duduk akhirnya memutuskan untuk mencari kendaraan ambulan di tempat lain. “Kami cari ambulan partai ke Gerindra ke Hanura juga malah sibuk dengan urusan lain.”

Setelah kehabisan akal, Anton mengaku menuju Polsek Mancak. Di sana berharap mendapat pinjaman darinkendaraan operasional kepolisian. Namun harapan pupus karena Kapolsek Mancak tidak ada di tempat. “Pak Kapolsek kelelahan dan istirahat di rumah karena malamnya baru ada giat sampai pagi,” ujarnya menirukan keterangan anggota.

Makin terdesak oleh keadaan pasien yang terus memburuk karena menahan sakit, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk meminjam kendaraan bak terbuka pengangkut pasir di material terdekat. “Saya sewa dan langsung saya bawa ke Puskesmas Mancak,” jelas Anton.

Tiba di Puskesmas Mancak menggunakan kendaraan bak terbuka, akhirnya sopir ambulan di Puskesmas Mancak akhirnya iba dan meminta untuk dipindahkan ke ambulan. “Saya sudah kadung membawa bak terbuka langsung bawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon,” tuturnya.

Saat ini, pasien sudah mendapat perawatan di Ruang Melati. Hingga berita ini diturunkan wartawan masih berupaya mendapat keterangan resmi dari pihak Puskesmas Mancak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang. (FEB).

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *