SERANG, bantenhariini.com – Penantaan trotoar dan median jalan di Kota Serang yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) banjir keluhan. Pasalnya, kondisi tersebut membuat Kota Serang bertambah gersang akibat tidak adanya pepohonan.
Pantauan bantenhariini.com, sejumlah kursi taman dipasang di pinggir-pinggir jalan raya dekat lampu merah Kebon Jahe, Cipare dan Benggala. Namun tidak ada warga yang memanfaatkan fasilitas tersebut karena panas dan banyak debu.
Padahal tujuan Pemprov Banten membangun trotoar dan median itu, untuk memulai menata trotoar hingga menempatkan kursi-kursi untuk pejalan kaki. “Kami mengharapkan ada taman kota di setiap kecamatan. Dari naro kursi di pinggir jalan tanpa pohon gini,” ujar Mochammad Arifin, seorang warga Ciracas.
Semestinya menurut Arifin, pemerintah membuatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Daripada kursi-kursi juga tidak terpakai begini. Mending bangun RTH, karena kita butuh tempat hiburan dan bersantai di sore hari serta pagi hari bersama keluarga,” kata Arifin, Jum’at (5/1).
Berbeda dengan warga, penataan trotoar tersebut disambut baik oleh Pemerintah Kota Serang. ”Saya akan tanam kembali pepohonan di setiap jalan yang telah dibangun trotoar oleh Pemprov Banten. Supaya tidak gersang dan masyarakat pun bisa bersantai kapan saja di pinggir-pinggir jalan Kota Serang,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Syafrudin.(Febi)

0 Comments