SERANG, bantenhariini.com – Puluhan Warga Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang, kecewa saat menerima pembagian beras gratis dari Dinas Sosial Kota Serang, melalui program E-warong dan Kube Jasa PKH.
Karena beras yang mereka terima dalam karung berukuran 20 kilo bersama paket sembako lainnya tersebut tidak layak dikonsumsi.
Pantauan dilokasi, warna berasnya saja kuning kusam, bercampur batu dan gabah. Selain itu, bentuk beras juga pecah serta ditemukan kutu.
Hal tersebut diketahui saat pendistribusian beras dan sembako di Lingkungan Susukan, RT 01/08 Kelurahan Panancangan, Selasa (19/12).
Ketua RT setempat, Kamsari mengatakan, bahwa meski kondisi beras tidak layak, warga tidak bisa menolaknya.
“Namanya juga dikasih. Tapi beras pembagian kali ini memang lebih buruk dari sebelumnya. Kalau sudah kepepet, baru dimakan, kalau sekarang sih saya masih kebeli,” ujar Kamsari seusai mengatur pembagian.
Warga lainnya, seorang ibu rumah tangga yang meminta namanya jangan di sebutkan, mengaku pasrah saat mengetahui kwalitas beras yang ia dapat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tersebut, mengingat perekonomian keluarganya yang serba sulit .
“Ya mau bagaimana lagi? Dari pada ngutang di warung, ini ‘kan dikasih gratis. Ya lumayan lah, yang penting keluarga saya bisa makan nasi,” aku seorang ibu rumah tangga itu dengan nada rendah.
Sementara itu, Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang belum dapat di mintai keteranganya. Karena sedang tidak ada di kantor.
“Besok saja kesini lagi mas, karena sekarang sudah pada pulang semua. Karena sudah jam 4 sore mas,” ungkap salah satu pejabat Dinsos yang enggan menyebutkan namanya. (FEB).

0 Comments