
SERANG, bantenhariini.com – Dalam deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarang (BABS) terlah menimpa kesialan terhadap dua pegawai Puskesmas di Kota Serang.
Dua petugas Puskesmas tersebut bernama Diah Ayu (30) seorang pegawai pegawai Puskesmas Curug dan Diyah Ruri (30) pegawai Puskesmas Taktakan Kota Serang yang mengalami kehilangan barang pada saat hendak melakukan foto bersama dalam acara deklarasi Stop BABS dan Deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang diadakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang di Yayasan Darul Irfan, Lingkungan Lebak Gempol, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, rabu (22/11).
Pengakuan Korba, Diyah Ruri (30) petugas Puskesmas Taktakan, Kota Serang menceritakan, hendaknya melakukan foto bersama dengan Walikota Serang, Tb Haerul Jaman dan jajarannya Handpone dan dompet miliknya raib di maling.
“Pas foto bersama tadi mas, Hp merk LG dan dompet berisi lengkap, KTP, kartu ATM, dan uang sebesar 400 ribu raib ilang entah kemana. Pokonya terakhir saya taro di kursi,” kata Diyah Ruri kepada awak media saat diwawancarai.
Sedangkan, Diah Ayu pegawai Puskesmas Curug mengaku bahwa barang miliknya yang hilang adalah tas beserta isinya seperti laptop, plasdisk dan dokumen-dokumen penting hilang juga.
“Sama saya seperti Diyah Ruri, saat hendak foto bersama tas kami tinggalkan di tempat duduk didalem tenda sudah tidak ada. Isinya tas lengkap dengan laptop, plasdisk isi dokumen penting,” katanya.
Akhirnya pun keduanya pasrah dan sudah melaporkan kejadian tersebut ke panitia acara. Walaupun belum adanya tanggapan serius dari pihak panitia. (FEB).

0 Comments