JAKARTA, bantenhariini.com – Pemerintah Kota Tangerang menerima Penghargaan Anugerah Pandu Negeri dengan predikat Pemerintah Daerah dengan Kinerja dan Tata Kelola Sangat Baik. Penghargaan dari Indonesian Institute Publik Governance (IIPG) ini hanya diberikan kepada 5 Pemerintah Kota seluruh Indonesia yaitu Kota Tangerang, Kota Denpasar, Kota Pontianak, Kota Sukabumi dan Kota Surakarta, yang digelar Jumat (10/11/2017) di Jalan Jend Sudirman, Financial Graha CIMB NIAGA, Jakarta Pusat.
Walikota Tangerang Arief R Wismansyah yang menerima Anugerah Pandu Negeri 2017 dari Wakil Presiden RI Periode 2009-2014, Prof.Dr.H Boediono, M.Ec didampingi Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo. “Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada IIPG atas penghargaan yang telah diberikan. Kami merasa bangga ketika diinformasikan masuk dalam nominasi peraih penghargaan Anugerah Pandu Negeri,” ujarnya.
Penghargaan tersebut menurut Walikota, merupakan kehormatan karena dinilai dewan juri yang merupakan orang-orang dengan curiculum vitae mengagumkan. Sebut saja, Prof.Dr.Djisman S Simanjuntak , Prof.Dr.Sidharta Utama, Ph.D.CA.CFA , Chandra M Hamzah, SH , Prof.Dr.Harkristuti Harkrisnowo,SH,LL.M, MA, serta Editor Tempo News Magazine Yostinus Tommy Aryanto. “Tentunya kita sangat mengapresiasi atas penghargaan ini, tak disangka bahwa banyak orang yang melihat atas kinerja pemerintah daerah yang ingin selalu mengedepankan kepentingan masyarakat Kota Tangerang,” terang kata Walikota usai menerima penghargaan.
Walikota menambahkan, penghargaan itu didedikasikan untuk semua unsur lapisan masyarakat Kota Tangerang, yang telah ikut serta membantu memberikan ide-ide, kreativitas dan sumbangsih pemikiran bagi mensukseskan semua program-program pemerintah. Pemerintah Kota Tangerang juga berkomitmen untuk terus melakukan inovasi-inovasi dan terobosan-terobosan yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat banyak.
Ketua IIPG, Sigit Pramono menjelaskan bahwa penghargaan yang diberi nama Anugerah Pandu Negeri yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2017. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang telah melakukan berbagai terobosan dalam pengelolaan pemerintahannya. “Penilaiannya meliputi aspek governance meliputi tata kelola keuangan, tata kelola pemerintahan dan juga anti korupsi,” ungkapnya.
Ditambahkan Sigit, penjurian dilakukan oleh tim independen yang menyaring dan menilai 538 pemerintah daerah di Indonesia. Penilaiannya dilakukan dalam beberapa tahapan, mulai dari survey lapangan kemudian dilanjutkan dengan pengolahan data-data yang meliputi laporan keuangan daerah, penetapan APBD yang tepat waktu hingga inovasi-inovasi yang dilakukan kepala daerah bagi kemajuan daerahnya. “Dari jumlah 538 daerah itu terdapat 200 daerah lolos saringan, yang kemudian disaring kembali menjadi 50 daerah yang pantas menerima penghargaan. Inovasi merupakan langkah terbaik bagi perkembangan daerah. Daerah yang maju memang harus mempunyai inovasi, utamanya bidang infrastruktur, bidang pendidikan dan bidang kesehatan,” paparnya Sigit. (ADV/Anda)

0 Comments